Ceramah Gus Miftah soal 'Kapal Indonesia Lolos Selat Hormuz Berkat Prabowo' Disanggah DJ Donny
Delta Lidina April 17, 2026 08:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah dalam sebuah ceramah menjadi sorotan publik setelah potongan videonya beredar luas di media sosial.

Isi ceramah tersebut menyinggung peran Presiden Prabowo Subianto dalam dinamika geopolitik, khususnya terkait ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah menyebut adanya peran diplomasi Prabowo yang membuat kapal Indonesia tetap bisa melintas di tengah situasi yang memanas.

"Hebatnya, Pak Prabowo apa? Di saat kapal yang melintas dicegat Iran, dua kapal Pertamina yang membawa minyak atas diplomasi Pak Prabowo kapal Indonesia boleh melewati Selat Hormuz. Itu lah salah satu penyebab kenapa BBM indonesia tidak naik," katanya.

Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan di ruang publik.

DJ Donny Bantah dengan Data Pelacakan Kapal

Menanggapi hal itu, influencer yang dikenal sebagai DJ Donny memberikan pandangan berbeda. Ia menilai klaim dalam ceramah tersebut tidak sesuai dengan kondisi faktual.

Menurutnya, posisi kapal saat ini dapat dilacak secara terbuka melalui sistem pelacakan maritim global.

 

Ia bahkan menyebut dua kapal yang menjadi sorotan, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang menurutnya tidak berada di lokasi seperti yang disebutkan dalam narasi ceramah.

Baca juga: Sosok & Profil Gus Miftah, Mundur Jadi UKP Gegara Viral Es Teh, Kini 13 Santri Ponpesnya Tersangka

Berdasarkan penelusurannya, kedua kapal tersebut berada di wilayah berbeda, masing-masing di sekitar Bahrain dan Dubai.

"Pernyataan itu menurut saya sangat menyesatkan. Sekarang posisi kapal bisa dicek secara online," ujarnya dalam pernyataan yang beredar di media sosial.

Selain membantah soal perlintasan kapal, DJ Donny juga menyoroti klaim terkait harga bahan bakar minyak (BBM) yang disebut tidak naik karena faktor diplomasi.

Gus Miftah minta maaf
Gus Miftah minta maaf (TribunNewsmaker.com/YouTube Kompas TV)

Ia menilai, stabilitas harga BBM tidak bisa disederhanakan hanya pada satu faktor, melainkan melibatkan kebijakan internal dan strategi pengelolaan dari Pertamina.

Pandangan tersebut menambah panjang perdebatan yang berkembang di tengah masyarakat.

Respons Publik Terbelah

Polemik ini pun memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai pernyataan dalam ceramah seharusnya didukung data yang akurat, sementara lainnya melihat perbedaan pandangan sebagai hal wajar dalam diskursus publik.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak Gus Miftah terkait pernyataan yang menjadi perbincangan tersebut. (TribunNewsmaker/TribunKaltim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.