Sambil Terisak, Ibu Korban Pemerkosaan di Jambi Mengadu ke Kapolri: Pakai Hati Nurani, Pak
Darwin Sijabat April 17, 2026 10:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Di hadapan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, ibu dari remaja korban pemerkosaan oleh oknum polisi di Provinsi Jambi tak kuasa membendung air matanya saat menyampaikan pesan terbuka kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Pertemuan emosional ini menjadi bagian dari upaya tim Hotman 911 dalam mengawal kasus yang hingga kini masih menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban.

Ibu korban yang diketahui bekerja sebagai pemulung ini memohon agar pimpinan tertinggi Polri menggunakan hati nurani dalam melihat kasus yang menimpa putrinya. 

Ia mengungkapkan kekecewaannya karena proses hukum di daerah dirasa belum menyentuh seluruh pelaku secara adil.

Terutama setelah salah satu pelaku mengaku ikut terlibat dalam insiden tersebut saat sidang kode etik berlangsung.

Cita-Cita Menjadi Polwan Pupus

Dengan suara bergetar, ibu korban menceritakan bagaimana masa depan putrinya yang bercita-cita menjadi anggota Polri kini hancur di tengah jalan. 

Harapan besar keluarga untuk melihat sang anak berseragam cokelat harus terkubur akibat tindakan keji oknum yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

"Masa depan anak saya sudah hancur, cita-citanya terputus di tengah jalan. Saya berjuang untuk anak saya perempuan ini, yang cita-citanya tadi menjadi Polwan, sangat hancur, pupus," ungkap sang ibu sambil terisak. 

Baca juga: Mabes Polri Atensi Kasus Pemerkosaan di Jambi Usai Hotman Paris WA Kapolri

Baca juga: Sopir Resah, Oknum Pungli Berdiri di Tengah Jalan Pasar Talang Gulo Jambi

Sebagai ibu tunggal, ia mengaku merasa tidak berdaya karena keterbatasan ekonomi, namun tetap bertekad menempuh jalur hukum hingga ke tingkat Mabes Polri.

Beban Berat Sang Ibu Tunggal

Perjuangan sang ibu terasa kian berat karena di saat yang sama, ia juga harus merawat anaknya yang lain yang sedang dalam kondisi sakit. 

Hotman Paris yang mendampingi dalam konferensi pers tersebut menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan suara ibu tunggal ini didengar oleh otoritas tertinggi kepolisian di Jakarta.

Langkah ini dilakukan untuk mendesak rekonstruksi ulang dan pemeriksaan menyeluruh terhadap oknum-oknum yang terlibat, baik sebagai pelaku utama maupun mereka yang hanya menonton aksi tersebut. 

"Kita akhiri pertemuan ini dan ucapkan terima kasih," tutup Hotman Paris seraya mengisyaratkan dimulainya langkah hukum yang lebih agresif melalui Bareskrim Polri.

Hotman Paris WA Kapolri

Penanganan kasus dugaan pemerkosaan terhadap calon siswa (Casis) Polwan di Jambi yang melibatkan oknum polisi kini memasuki babak baru yang lebih serius.

Setelah sempat menuai keluhan karena dianggap jalan di tempat, kasus ini akhirnya mendapat atensi langsung dari pucuk pimpinan Polri berkat intervensi pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (16/4/2026), Hotman Paris mengungkapkan kekecewaannya karena timnya sempat merasa diabaikan saat mencoba mencari keadilan di Jakarta.

Tak butuh waktu lama, Hotman langsung mengirimkan pesan singkat (WA) kepada Kapolri serta sejumlah jenderal polisi lainnya untuk meminta perhatian khusus.

"Terimakasih kepada Pak Kapolri yang cepat menanggapi WA Hotman sehingga para Senior Mabes Polri temuin Korban, Ibu Korban dan Tim Hotman 911. Bayangin anak buahnya cuekin Korban dan Tim hari ini!" tulis Hotman dalam unggahannya.

Baca juga: Hotman Paris Nilai Peran 3 Polisi pada Kasus Rudapaksa di Jambi tak Bisa Dianggap Pasif

Baca juga: Maling di Muaro Jambi Bongkar lalu Bawa Pretelan Motor ke Lampung

Hasil koordinasi kilat tersebut membuahkan pertemuan antara keluarga korban dengan petinggi Bareskrim Polri, termasuk Jenderal Gofar (Wassidik Bareskrim) dan pihak penyidik PPA.

Meskipun laporan polisi (LP) baru tidak diterbitkan di Bareskrim guna menghindari duplikasi perkara dengan Polda Jambi, Mabes Polri mengeluarkan instruksi yang sangat tegas.

Tim Mabes Polri dijadwalkan berangkat ke Jambi pada Senin mendatang bersama unsur Propam untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proses penanganan kasus ini.

"Tim Mabes Polri dijadwalkan berangkat hari Senin mendatang bersama Propam Mabes untuk melakukan audit dan menelusuri proses penanganan laporan secara menyeluruh," bunyi laporan resmi Tim Hotman 911.

Temuan Kelalaian Penyidik Polda Jambi

Selain itu, hingga saat ini belum pernah dilakukan rekonstruksi perkara di lokasi kejadian.

Mabes Polri kini mewajibkan Polda Jambi untuk mengirimkan SP2HP terbaru paling lambat malam ini serta segera menjadwalkan proses konfrontir dan rekonstruksi.

Pengawasan ketat dari Propam Bareskrim dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi oknum untuk bermain dalam perkara yang mencoreng citra institusi tersebut.

"Ayok lakukan rekonstruksi!" tegas Hotman Paris, mendesak agar fakta hukum segera terungkap secara transparan di lapangan.

DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

Baca juga: Sopir Resah, Oknum Pungli Berdiri di Tengah Jalan Pasar Talang Gulo Jambi

Baca juga: Mabes Polri Atensi Kasus Pemerkosaan di Jambi Usai Hotman Paris WA Kapolri

Baca juga: Tanggapan Pemilik Butik Jambi setelah WN Malaysia Rugi Rp210 Juta Lapor Polisi

Baca juga: Dua PLTBg Ini Jadi Andalan PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.