Laporan wartawan Bangkapos.com, Abdul Hafidh N N
BANGKAPOS.COM, BANGKA — Abee (65) penjual sate legend nonhalal di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih tampak gagah di usianya yang sudah tidak muda lagi.
Gerakan tubuh dan langkah kaki pria bernama asli Tjauw Sin ini tampak cekatan mendorong gerobak dagangannya menyusuri jalan menuju tempat mangkal di Jalan Betor, Kelurahan Girimaya, Kota Pangkalpinang.
Gerobak dengan gambar ikonik dirinya bersama legislator DPD RI, serta tulisan Abee “Sate” menjadi ciri khas tersendiri.
Abee sejak lama menjual sate nonhalal dan soto ayam. Saking lamanya, Abee memiliki sederet pelanggan setia.
Sudah lebih dari setengah abad Abee menekuni usaha kuliner berjualan sate.
Usaha yang sekarang masih digelutinya adalah warisan orang tuanya.
Ya, Abee sejak kecil sudah ikut membantu orangtuanya menjual sate di Jalan Betor.
“Saya sudah berjualan sejak umur 10 tahun, ikut orang tua. Sekarang umur saya sudah 65 tahun. Sampai sekarang masih jualan, sampai punya anak cucu,” kata Abee kepada Bangkapos.com, Kamis (16/4/2026).
Abee mengenang dan membandingkan masa-masa kecilnya dengan anak-anak sekarang yang sudah jauh berbeda.
Dulu, Abee ikut berjuang membantu orangtuanya mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga.
Berbeda dari anak-anak sekarang hidup senang karena perekonomian keluarga yang lebih bagus, walau terkadang masih ada juga anak-anak ikut membantu orangtuanya.
Sejak kecil hingga dewasa, Abee tinggal di Kelurahan Girimaya.
Namun saat ini, ia menetap di Selindung Lama Kota Pangkalpinang.
Meski jarang rumahnya sekarang lebih jauh, Abee tetap mangkal berjualan sate di kawasan Jalan Betor, Kelurahan Girimaya.
Walaupun tak lagi muda, Abee tetap berjualan setiap hari.
Ia mulai berjualan pukul 09.00 hingga pukul 15.00, berkeliling dengan rute yang sama untuk menemui pelanggan setianya.
“Kalau jualan dimulai pukul 09.00, tapi persiapan sudah dari rumah. Di sini hanya persiapan untuk mulai keliling,” ujar Abee.
Setelah persiapan selesai, Abee mulai berkeliling.
Ia menempuh rute dari Jalan Betor menuju Jalan Soekarno Hatta, kemudian memutar ke arah Kampung Bintang.
Pukul 15.00 menjadi waktu bagi Abee untuk mengakhiri aktivitasnya.
Abee kembali ke Jalan Betor untuk menyimpan gerobak yang telah menemaninya puluhan tahun.
(Bangkapos.com/Abdul Hafidh N N)