WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Pemerintah Kota Jakarta Pusat berburu ikan sapu-sapu di Kali Cideng tepatnya di samping Mall Plaza Indonesia (PI), Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).
Ratusan petugas gabungan dari Sudin Sumber Daya Air, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Pemadam Kebakaran serta Satpol PP menggelar apel terlebih dahulu di sekitar lokasi.
Selesai apel, mereka kemudian bergerak ke Kali Cideng dan turun ke kali satu persatu untuk menangkap ikan sapu-sapu.
Jaring dengan panjang sekira 200 meter dan lebar lima meter terpasang di kali untuk memudahkan petugas menangkap ikan.
Petugas gabungan turun dengan memakai sepatu bot dan membawa jaring kecil penangkap ikan.
Baca juga: Turun ke Saluran, Pramono Ikut Bersihkan Ikan Sapu-sapu di Kelapa Gading
Mereka kemudian menarik jaring besar itu agar ikan sapu-sapu yang telah terjebak tidak kabur dari perangkap.
Dari pantauan di lokasi, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin berada di lokasi meninjau penangkapan ikan sapu-sapu.
Ia sempat memegang ikan predator yang berhasil ditangkap oleh petugas berukuran panjang 30 sentimeter dan berat hampir satu kilogram.
Ikan yang telah ditangkap dimasukan ke dalam karung dan sebelumnya telah dibunuh oleh petugas.
Arifin tidak turun secara langsung ke kali, tapi ia memantau anak buahnya yang sedang berburu ikan sapu-sapu.
Arifin mengatakan, ikan itu dibunuh dengan cara dipatahkan bagian tubuhnya dan setelah itu dikubur di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Baca juga: Daftar Lima Lokasi Operasi Tangkap Ikan Sapu-Sapu, Pramono Turun Tangan di Jakut
Ia mengaku, pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh kali wilayah Jakarta Pusat adalah instruksi dari Gubernur DKI, Pramono Anung.
"Dia punya habitat yang invasif (berkembang biak secara cepat) dan predator. Sehingga ikan-ikan lokal setiap hari habis karena kalah dengan ikan sapu-sapu," tutur Arifin di lokasi.
Menurut Arifin, dirinya sempat bertemu dengan pemancing di beberapa kali Jakarta Pusat dan mereka mengeluh jarang dapat ikan mujair, betok, nila dan lainnya.
Para pemancing itu diakui mantan Kasat Pol PP DKI tersebut, sering mendapatkan ikan sapu-sapu.
"Telur dari ikan lokal itu sudah habis dimakan sama mereka (ikan sapu-sapu). Paling kuat ikan itu ya sapu-sapu, keadaan air yang bionya lebih tinggi dia masih bisa hidup," tegasnya.
Arifin melanjutkan, di delapa kecamatan wilayahnya menggelar kegiatan serupa untuk menekan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta.
Tidak hanya itu, Arifin juga meminta kepada petugas untuk membasmi telur-telur ikan sapu-sapu di dalam lubang turap.
Ia menegaskan, ikan sapu-sapu membuat lubang turap untuk bersembunyi dan menyimpan telur agar tidak dimakan oleh hewan lain.
"Sekarang setiap Jumat pagi itu salah satunya gerakan bersih ikan sapu-sapu. Tidak hanya menangkap ikan dewasa, telurnya juga banyak dan harus dimusnahkan," tegasnya.
Arifin menerangkan, sampai pukul 08.30 WIB, sudah sekira 30 ikan sapu-sapu berukuran besar ditangkap oleh petugas gabungan.
Ia mengaku, ikan sapu-sapu di sana pada pekan lalu telah dilakukan penangkapan sebanyak 50 ekor dan kemungkinan sudah berkurang sedikit keberadaannya.
"Kadang kalau airnya jernih dia terlihat dan kalau seperti ini biasanya dia sembunyi di lumpur, Minggu lalu bahkan ada satu ekor beratnya 1 Kg," tandasnya.
Pria berkaos biru itu mengimbau agar masyarakat ikut serta dalam memburu ikan sapu-sapu di Jakarta Pusat untuk mejaga ekosistem.
"Kami minta semuanya terlibat (dalam perburuan ikan sapu-sapu)," tandasnya. (m26)