Poppy Sovia Blak-blakan Akui Takut Gagal Jadi Ibu, Singgung Kondisi Mental yang Tak Stabil
Gemma Ramadhina Zaneta April 17, 2026 11:34 AM

Grid.ID - Aktris Poppy Sovia mengungkapkan kekhawatiran yang ia rasakan dalam menjalani perannya sebagai seorang ibu. Ia mengaku memiliki rasa takut tidak bisa memberikan performa terbaik karena kondisi mentalnya yang mudah stres.

Menurut Poppy, ketakutan tersebut bukan tanpa alasan. Ia merasa kepribadiannya yang cenderung sensitif membuatnya sering merasa tidak stabil secara emosional.

“Yang aku takutkan justru lebih ke ‘bisa enggak ya gue jadi ibu yang perform' gitu lo. Aku kan orangnya stres-an, karena aku memang ada kondisi yang di mana aku mentalnya agak-agak ya, unstable gitulah," ujarnya dikutip dari YouTube @maiaaleldultv pada Jumat (17/4/2026).

Ia menyadari bahwa kehidupan harus terus berjalan meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan. Kehadiran sang anak pun menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya saat ini.

“Nah, cuma ya hidup kan harus terus jalan, alhamdulillah udah ada anak. Tapi di sisi lain karena emang kompleks masalahnya, jadi bisa enggak nih gua harus tetap perform sebagai seorang ibu," tuturnya.

Wanita berusia 41 tahun ini juga mengungkapkan bahwa rasa takut itu semakin terasa ketika ia memikirkan tanggung jawab besar dalam membesarkan anak. Ia ingin memberikan yang terbaik, namun di sisi lain merasa khawatir tidak mampu melakukannya secara maksimal.

“Untuk kayak membesarkan anak aku dengan maksimal. Itu sih sebenarnya yang membuat aku takut gitu," katanya.

Kondisi mental yang ia alami membuatnya terkadang mudah merasa terganggu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani kesehariannya sebagai seorang ibu.

“Karena kadang-kadang kita mudah stres, mudah keganggu dan untuk juga memang aku di-backup sama dokter nih," ungkapnya.

Untuk menjaga keseimbangan mentalnya, Poppy tetap rutin mendapatkan pendampingan dari tenaga profesional. Ia tidak ragu untuk berkonsultasi demi menjaga kondisi dirinya tetap stabil.

“Maksudnya aku juga masih tetap ke psikiater kayak gitu-gitu. Cuma merasa yang ditakutkan adalah enggak bisa perform,” ucapnya.

Selain itu, ia juga memiliki kekhawatiran terkait faktor genetik yang mungkin bisa memengaruhi anaknya. Hal tersebut membuatnya semakin waspada terhadap kondisi kesehatan mental anaknya.

“Karena kan kalau mental health itu kadang-kadang kita gen yang bisa turun, nah jadi semoga anak gue enggak kecipratan guenya gitu,“ tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.