Dinkes Sulteng Pastikan Ketersediaan Vaksin Campak Nakes Aman, Stok 18 Ribu Dosis
Fadhila Amalia April 17, 2026 12:22 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan vaksin Measles-Rubella (MR) untuk tenaga kesehatan (nakes) dalam kondisi aman.

Stok vaksin tersedia saat ini diperkirakan mampu menjangkau hingga sekitar 18 ribu dosis, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan imunisasi bagi nakes di Sulawesi Tengah.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan, mengatakan pihaknya masih memiliki cadangan sekitar 2.060 vial vaksin MR di tingkat provinsi.

Baca juga: Sikap Ombudsman RI Usai Hery Susanto Terjerat Kasus Korupsi, Minta Maaf dan Janji Jaga Integritas

“Satu vial bisa digunakan untuk sekitar delapan orang. Jadi secara keseluruhan stok yang ada masih cukup untuk kebutuhan tenaga kesehatan,” ujar Ahsan saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, sebagian stok tersebut telah didistribusikan ke daerah yang mulai melaksanakan vaksinasi, salah satunya Kabupaten Buol sebanyak 50 vial atau setara sekitar 400 dosis.

Menurut Ahsan, jika stok vaksin di kabupaten tidak mencukupi, pemerintah daerah dapat mengajukan permintaan tambahan ke Dinkes provinsi.

“Kami masih memiliki stok, sehingga kabupaten yang kekurangan bisa langsung mengusulkan untuk pemenuhan kebutuhan vaksinasi,” jelasnya.

Baca juga: Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran, Polisi Selidiki Rumah Dinas Guru di Salepae Parigi Moutong

Selain mengandalkan stok provinsi, kabupaten juga masih memiliki ketersediaan vaksin rutin yang selama ini digunakan untuk imunisasi bayi, yang dapat dimanfaatkan sementara waktu.

“Vaksin rutin di kabupaten masih tersedia dan bisa digunakan sambil menunggu distribusi tambahan dari pemerintah pusat,” katanya.

Di sisi lain, pelaksanaan imunisasi MR bagi tenaga kesehatan di Sulawesi Tengah terus berjalan secara bertahap di sejumlah daerah.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor 1837 Tahun 2026 yang mengatur pemberian imunisasi MR bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk peserta dokter internship.

Total sasaran vaksinasi di Sulawesi Tengah mencapai 7.964 orang, yang terdiri dari sekitar 7.803 tenaga kesehatan di rumah sakit serta dokter internship.

Baca juga: Peringatan Dini Potensi Hujan Mulai 18–20 April 2026 di Sulteng, Morowali Masuk Daftar Waspada

Ahsan menegaskan, vaksinasi ini menjadi langkah penting karena tenaga kesehatan termasuk kelompok yang rentan terhadap penularan campak, terutama di tengah meningkatnya kasus yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Tenaga kesehatan menjadi prioritas karena risiko paparan di fasilitas pelayanan kesehatan cukup tinggi,” tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.