TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Work From Home (WFH) bagi seluruh pegawainya setiap hari Kamis dan Jumat.
Kebijakan ini telah berjalan sejak bulan Februari 2026.
“Ini sudah hampir bulan ketiga pelaksanaan WFH,” ujar Hasanuddin, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mamuju Tengah, saat ditemui di kantornya, Kompleks Kantor Bupati, Jalan Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Harga Emas Batangan Antam, Jumat 17 April 2026, Terkoreksi Cukup Dalam
Baca juga: Antisipasi Dampak El Nino, Pemprov Sulbar Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Sejak Dini
Meskipun menerapkan WFA, Hasanuddin menegaskan bahwa kantor tidak boleh kosong sama sekali.
Unsur pimpinan tetap hadir, dan pegawai dijadwalkan secara bergilir sehingga setiap bidang memiliki perwakilan yang masuk.
Pembatasan jumlah pegawai dan penggunaan ruangan juga bertujuan untuk menghemat listrik.
Menurut Hasanuddin, kinerja pegawai tetap sama meskipun bekerja dari rumah.
Rata-rata aparatur sipil negara (ASN) memilih WFA di rumah masing-masing untuk menekan pengeluaran, dibandingkan bekerja di warung kopi yang membutuhkan biaya tambahan.
“Kecuali ada satu dua pegawai yang faktor WiFi-nya mungkin terganggu, mereka kadang ke warkop,” ungkapnya.
Untuk memastikan produktivitas, Pemkab Mamuju Tengah menyediakan sistem absensi khusus melalui web bernama Fleksi Mamuju Tengah.
Prosedur absen dimulai dengan masuk ke laman tersebut, dilanjutkan pengambilan foto swafoto (selfie) melalui kamera, kemudian penginputan kegiatan yang dilakukan selama hari kerja.
“Jadi mereka tidak bisa check out keluar kalau tidak ada progres yang diinput di hari WFA,” jelas Hasanuddin.
Ia juga menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada kesulitan yang dirasakan pegawai selama penerapan WFA.
Pelayanan kepada masyarakat pun dinilai tetap berjalan dengan baik.
“Khusus kami di BKPSDM tidak ada kendala, justru rasa syukur karena bisa berkumpul dengan keluarga meski dalam kondisi bekerja,” pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah