Pasca Digusur, Sebagian PKL di Ndao Ende Tidur di Puing-puing Bangunan 
Eflin Rote April 17, 2026 12:40 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Nasib sebagian pedagang kaki lima (PKL) di Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende kini belum jelas pasca digusur Pemerintah Kabupaten Ende.

Ada sebagian memilih mengungsi ke rumah keluarga, ada sebagian pula yang hanya menitipkan harta benda mereka di rumah keluarga namum tetap memilih tidur dan masak di lokasi bekas lapak mereka yang kini rata dengan tanah.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis (16/4/2026), salah satu keluarga memilih memasak di tengah puing-puing, sedangkan yang lainnya berusaha membersihkan material serta memungut bahan bangunan yang masih bisa terpakai untuk dijual.

Bahkan, anak-anak juga ikut membantu orang tuanya memotong besi bekas tiang rumah atau memilah perabot rumah tangga lainnya untuk dijual kembali.

Nurdiana, salah satu PKL yang lapaknya ikut digusur mengaku memindahkan harta benda ke rumah mertuanya yang lokasinya tak jauh dari lokasi gusuran, yang juga berada di pinggir pantai yang diklaim sebagai garis sempadan pantai.

Baca juga: Kerap Dikatai Bodoh, Bupati Ende Yosef Badeoda Lawan dengan Fakta Ini

Ia juga mengaku bingung mencari lapak baru untuk berjualan kembali.

"Tadinya mau di terminal Ndao, sebagian di terminal, sebagian di Anggrek untuk sementara, untuk nginap, sementara kami disini , simpan barang-barang di rumah mertua, selama ini rumah kami ya disini," ujarnya.

Meski sudah digusur, ia masih tetap berharap agar Pemerintah Kabupaten Ende kembali membangun lokasi tersebut supaya mereka bisa kembali menempati lokasi tersebut untuk berjualan.

Ia juga mengaku, malam pertama pasca penggusuran, mereka terpaksa tidur di puing-puing bangunan karena tidak memiliki rumah.

"Kami rumah tidak ada, jadi terpaksa nginap disini, di rumah mertua kami hanya taruh barang-barang saja," pungkasnya. (bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.