Penerbangan Haji Tidak Melewati Wilayah Udara Terkait Konflik Iran-AS
Wahyu Widiyantoro April 17, 2026 02:04 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M tetap berjalan sesuai rencana di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. 

Penerbangan jemaah haji Indonesia menuju Arab Saudi disarankan untuk menempuh rute memutar guna menghindari wilayah yang tengah dilanda konflik.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada peringatan khusus dari otoritas Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji. 

Kendati demikian, langkah antisipatif tetap diberlakukan dengan menyarankan maskapai penerbangan yang mengangkut jemaah untuk tidak melintasi wilayah udara yang berada di zona konflik.

"Belum ada peringatan khusus, tetapi penerbangan disarankan menghindari wilayah konflik," ujar Heni dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis (16/4/2026) dikutip dari Tribunnews.

Baca juga: Kemenhaj Jamin Koper Jemaah Haji Terdistribusi Tepat Waktu

Kemlu RI terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah serta otoritas terkait guna mengantisipasi berbagai potensi kendala selama penyelenggaraan haji berlangsung. 

Sebagai bagian dari penguatan layanan perlindungan jemaah, pemerintah juga telah menghadirkan kantor urusan haji di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.

Jadwal Keberangkatan Jemaah

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa operasional haji dijadwalkan dimulai pada 21 April 2026, dengan jemaah mulai memasuki asrama haji sebelum bertolak ke Tanah Suci. 

Keberangkatan gelombang pertama dijadwalkan pada 22 April dan berakhir pada 21 Mei 2026, dengan puncak haji diperkirakan berlangsung pada 25 hingga 26 Mei. 

Adapun operasional pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Untuk memperlancar proses keberangkatan, pemerintah menetapkan empat bandara dengan layanan fast track, yakni Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar. 

Di keempat bandara tersebut, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilaksanakan langsung di Indonesia, sehingga jemaah yang tiba di Arab Saudi dapat langsung keluar bandara tanpa harus melalui pemeriksaan ulang. 

Tahun ini pemerintah juga menambah dua embarkasi baru, yaitu Yogyakarta dan Cipondoh, Tangerang, sehingga total embarkasi yang disiapkan menjadi 16 titik.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.