Ibu di Jambi Minta Keadilan Usai Cita-Cita Polwan Putrinya Hancur Gegara Dirudapaksa Oknum Polisi
jonisetiawan April 17, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di balik hiruk-pikuk proses hukum yang berjalan, terselip sebuah momen yang mengguncang nurani. Dalam suasana yang sarat emosi, seorang ibu tak mampu lagi menahan air matanya ketika menyampaikan harapan terakhirnya.

Di hadapan pengacara ternama Hotman Paris Hutapea, ia melontarkan pesan terbuka kepada Listyo Sigit Prabowo sebuah permohonan agar keadilan benar-benar ditegakkan dengan hati.

Pertemuan itu bukan sekadar agenda hukum biasa. Ia menjadi bagian dari langkah panjang tim Hotman 911 dalam mengawal kasus yang hingga kini masih meninggalkan luka mendalam bagi korban dan keluarganya.

Ibu korban, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, memohon agar pimpinan tertinggi Polri melihat kasus ini dengan hati nurani.

Ia mengaku kecewa karena penanganan di tingkat daerah dirasa belum menyentuh semua pihak yang terlibat secara adil.

Kekecewaan itu semakin dalam setelah muncul pengakuan dari salah satu pelaku yang menyatakan keterlibatannya dalam peristiwa tersebut saat sidang etik berlangsung.

Baca juga: Hotman Paris Murka Lihat Oknum Polisi Jambi Cuma Disuruh Minta Maaf Usai Fasilitasi Pemerkosaan

Cita-Cita yang Runtuh Seketika

Dengan suara yang bergetar, sang ibu mengisahkan bagaimana impian besar anaknya kini sirna tanpa sisa.

Harapan untuk melihat putrinya mengenakan seragam cokelat sebagai anggota Polri harus terkubur akibat tindakan keji yang justru dilakukan oleh oknum yang seharusnya menjadi pelindung.

"Masa depan anak saya sudah hancur, cita-citanya terputus di tengah jalan.

Saya berjuang untuk anak saya perempuan ini, yang cita-citanya tadi menjadi Polwan, sangat hancur, pupus," ungkap sang ibu sambil terisak.

Ucapan itu menggambarkan betapa dalam luka yang dirasakan bukan hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga masa depan yang telah dirancang dengan penuh harapan.

Sebagai ibu tunggal, ia mengaku berada dalam posisi yang serba terbatas. Namun, keterbatasan ekonomi tak menghentikannya untuk terus memperjuangkan keadilan, bahkan hingga ke tingkat Mabes Polri.

Ilustrasi polisi dan pelecehan asusila -
Ilustrasi polisi dan pelecehan asusila - Oknum polisi rudapaksa calon polwan, korban yang sebelumnya bercita-cita menjadi anggota Polri harus mengubur impiannya akibat trauma mendalam dari peristiwa yang dialami. (Kolase ist)

Beban Ganda di Tengah Perjuangan

Perjalanan mencari keadilan itu terasa semakin berat. Di saat yang sama, sang ibu juga harus merawat anaknya yang lain yang sedang sakit. Beban hidup yang menumpuk tak membuatnya mundur, justru semakin menguatkan tekadnya untuk terus melangkah.

Didampingi oleh Hotman Paris Hutapea, ia mendapat jaminan bahwa suaranya tidak akan diabaikan. Hotman menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan keluhan dan harapan ibu tersebut sampai ke telinga otoritas tertinggi kepolisian di Jakarta.

Langkah hukum pun disiapkan untuk mendorong rekonstruksi ulang serta pemeriksaan menyeluruh terhadap semua pihak yang terlibat baik pelaku utama maupun mereka yang diduga membiarkan kejadian itu terjadi.

"Kita akhiri pertemuan ini dan ucapkan terima kasih," tutup Hotman, menandai dimulainya fase baru dalam perjuangan hukum yang lebih agresif.

Baca juga: Aksi Bejat Polisi Rudapaksa Calon Polwan Jambi, Ditonton & Disoraki Polisi Lain, Hotman Paris Bantu

Desakan Langsung ke Pucuk Pimpinan

Kasus ini kemudian memasuki babak baru setelah mendapat perhatian langsung dari pimpinan tertinggi Polri. Sebelumnya, penanganan perkara sempat menuai kritik karena dianggap berjalan lambat.

Melalui unggahan di media sosial, Hotman Paris Hutapea mengungkapkan kekecewaannya karena upaya timnya sempat tidak mendapat respons yang memadai di Jakarta. Tanpa menunggu lama, ia langsung mengirimkan pesan kepada Listyo Sigit Prabowo serta sejumlah pejabat tinggi kepolisian untuk meminta perhatian khusus.

"Terimakasih kepada Pak Kapolri yang cepat menanggapi WA Hotman sehingga para Senior Mabes Polri temuin Korban, Ibu Korban dan Tim Hotman 911. Bayangin anak buahnya cuekin Korban dan Tim hari ini!" tulisnya.

Respons cepat tersebut akhirnya membuka jalan bagi pertemuan antara keluarga korban dengan petinggi Bareskrim Polri.

Audit Menyeluruh dan Temuan Mengejutkan

Meski laporan baru tidak diterbitkan untuk menghindari tumpang tindih dengan penanganan di daerah, Mabes Polri mengambil langkah tegas dengan mengirim tim untuk melakukan audit menyeluruh.

"Tim Mabes Polri dijadwalkan berangkat hari Senin mendatang bersama Propam Mabes untuk melakukan audit dan menelusuri proses penanganan laporan secara menyeluruh," bunyi laporan resmi Tim Hotman 911.

Dalam proses supervisi awal, terungkap sejumlah kejanggalan. Selama kasus naik ke tahap penyidikan, korban diketahui baru satu kali menerima SP2HP. Bahkan, rekonstruksi kejadian belum pernah dilakukan hingga saat ini.

Baca juga: Hotman Paris Kecewa Kasus Calon Polwan Dirudapaksa Oknum Polisi Baru Direspon Setelah WA Kapolri

Dorongan Transparansi: Rekonstruksi Jadi Kunci

Menyikapi temuan tersebut, Mabes Polri mewajibkan penyidik daerah segera memperbarui perkembangan kasus serta menjadwalkan konfrontasi dan rekonstruksi.

Pengawasan ketat dari Propam dilakukan untuk memastikan tidak ada celah bagi penyimpangan dalam penanganan perkara ini.

Di tengah upaya tersebut, satu seruan tegas kembali digaungkan oleh Hotman Paris Hutapea:

"Ayok lakukan rekonstruksi!"

Seruan ini menjadi simbol dorongan kuat agar kebenaran segera diungkap secara terang dan transparan, sekaligus menjawab harapan seorang ibu yang terus berjuang di tengah keterbatasan demi keadilan bagi anaknya.

***

(TribunTrends/TribunJambi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.