TRIBUNTRENDS.COM - Peristiwa tragis di Sungai Cibanjaran, Kabupaten Bandung, memicu duka mendalam sekaligus mengingatkan Atalia Praratya pada kenangan pahit masa lalu.
Atalia Praratya mengaku seperti mengalami dejavu setelah mendengar kabar seorang siswi dan petugas keamanan hanyut terbawa arus sungai.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu sore, 15 April 2026, saat seorang siswi SMA Negeri 1 Banjaran berinisial GL terseret arus deras.
Melihat kejadian itu, seorang satpam sekolah bernama Agus Sutisna (52) nekat terjun ke sungai untuk memberikan pertolongan.
Namun nahas, upaya penyelamatan tersebut justru berujung tragedi setelah keduanya sama-sama terseret arus.
Diketahui, ada lima orang yang sempat mencoba membantu dalam peristiwa tersebut.
Empat orang berhasil menyelamatkan diri, sementara Agus dan siswi tersebut hilang terbawa arus sungai.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian intensif sejak kejadian berlangsung.
Jenazah korban akhirnya ditemukan pada Kamis pagi, 16 April 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, mengonfirmasi bahwa jasad Agus ditemukan sekitar pukul 10.26 WIB.
Peristiwa ini pun menambah deretan duka yang dirasakan banyak pihak, termasuk Atalia Praratya yang teringat tragedi tenggelamnya sang putra beberapa tahun lalu.
Baca juga: Pesan Haru Atalia Praratya di Ulang Tahun Arkana ke-6, Berisi Untaian Doa dan Harapan Baik
Titik penemuan berada di Kampung Badra, Desa Tarajusari, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi awal korban terjatuh.
"Korban ditemukan dalam posisi telungkup. Bagian ikat pinggangnya tersangkut pada sebuah tanggul di aliran sungai sehingga jasadnya tertahan di sana dan tidak terbawa arus lebih jauh," ujar Diki saat ditemui di rumah duka.
Peristiwa siswi dan satpam hanyut ini langsung mendapat perhatian dari publik serta para pejabat daerah setempat, termasuk anggota DPR RI Atalia Praratya.
Wanita yang akrab disapa Bu Cinta itu bahkan sampai memposting ucapan duka cita di akun media sosial pribadinya.
"Innalillahi wainnailaihi raaji’un… Ya Allah. Begitu berat hati ini, saat mendengar kabar seorang siswi yang harus berpulang setelah terbawa arus sungai yang deras," tulisnya di akun Instagram @ataliapr, Jumat (17/4/2026).
Atalia mengaku sedih mendengar kabar siswi yang tewas akibat terseret arus sungai.
Terlebih lagi, dalam peristiwa itu ada juga satpam sekolah yang beraksi heroik tapi justru ikut gugur dalam misi penyelamatan.
"Dan lebih menggetarkan lagi, seorang sosok yang berusaha menyelamatkan. Beliau sebenar-benarnya penjaga keamanan yang gugur saat menyelamatkan korban lainnya," ucapnya.
Baca juga: Pesan Haru Atalia Praratya di Ulang Tahun Arkana ke-6, Berisi Untaian Doa dan Harapan Baik
Kejadian miris ini membuat Atalia Praratya teringat kembali dengan insiden tenggelamnya sang anak sulung Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril di Sungai Aare, Swiss pada 2022 lalu.
Pasalnya saat itu, almarhum Eril juga sempat hilang terseret arus sungai selama 14 hari dalam keadaan tak bernyawa.
"Teringat Alm. Eril.. Al Faatihah. Sungguh… ini bukan hanya kehilangan, tapi duka yang dalam bagi kita semua. Ada harapan yang terputus, ada keluarga yang harus menerima kehilangan yang begitu mendadak," kata Atalia.
Baca juga: Bukan Hasil Selingkuh! Alasan Arkana Diasuh Ridwan Kamil, Bukan Atalia Praratya, Usai Resmi Cerai
Mantan istri Ridwan Kamil itu juga tak lupa melangitkan doa untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Ia juga menambahkan tagar 'dejavu' yang menunjukkan bahwa pristiwa ini membuatkan merasakan kembali duka atas kepergian Eril.
"Doa dan hati saya bersama para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini. #dejavu #ataliapraratya," tulisnya.
Di akhir postingannya, ibu tiga anak ini juga memberikan peringatan kepada rakyat Bandung untuk berhati-hati di tengah musim hujan. Atalia juga mengimbau pemerintah setempat untuk meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dari potensi bencana alam.
"Akang, Teteh… Di tengah curah hujan yang masih tinggi, mari kita lebih berhati-hati. Jangan meremehkan alam, sekecil apa pun risikonya."
"Dan kepada pemerintah setempat, saya juga menghimbau agar kesiapsiagaan terus ditingkatkan, demi melindungi masyarakat dari potensi bencana yang bisa datang kapan saja."
"Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya," tandas Atalia Praratya.
(TribunTrends.com/Grid.id)