Profil Ahmad Dzulfikar, Anak Bupati Malang yang Dilantik Jadi Kadis LH
Joseph Wesly April 17, 2026 01:50 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, MALANG- Viral pelantikan Ahmad Dzulfikar Nurrahman sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang.

Pelantikan Ahmad Dzulfikar Nurrahman sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang memicu perdebatan netizen.

Pasalnya Ahmad Dzulfikar Nurrahman ternyata merupakan anak seorang pejabat yang paling berpengaruh di Kabupaten Malang.

Dia adalah putra kandung Bupati Malang saat ini yakni HM Sanusi.

Dia menjadi satu di antara 447 pejabat yang dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Senin (13/4/2026).

Latar Belakang Pendidikan

Meski menuai sorotan terkait isu dinasti politik, rekam jejak akademik dan karier Dzulfikar menunjukkan kapasitas yang mumpuni di bidangnya.

Dzulfikar tercatat sebagai lulusan doktoral (S3) Ilmu Lingkungan Universitas Brawijaya (UB) dengan predikat lulus dengan pujian atau cum laude.

Tanggapan Soal Polemik

Menanggapi polemik yang berkembang, Dzulfikar menyatakan bahwa dirinya memahami kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik.

Namun, ia menegaskan akan membuktikan kapasitasnya melalui hasil kerja nyata di lapangan.

"Tentu saya memahami kalau publik mempertanyakan kualitas pejabat publik selaku pelayan masyarakat. Saya tidak bisa memberikan tanggapan apa pun, kecuali dengan kinerja," ujar Dzulfikar melalui pesan singkat, Kamis (16/4/2026).

Pria yang akrab disapa Avie ini menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Ia pun memilih fokus pada program prioritas di DLH, meliputi pengelolaan sampah, peningkatan layanan publik, serta penghijauan wilayah.

Rekam Jejak sebagai ASN

Dzulfikar menegaskan bahwa pengangkatannya telah melalui prosedur seleksi yang transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia mempersilakan publik untuk melakukan verifikasi data ke pihak terkait.

"Data dan history prosesnya silakan dilihat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang," tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, karier Dzulfikar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) telah dimulai jauh sebelum HM Sanusi menjabat sebagai Bupati Malang.

Ia meniti karier dari bawah, di antaranya pernah menjabat sebagai:

  • Pengawas Tata Bangunan dan Infrastruktur
  • Kepala Seksi Penanganan Limbah Domestik
  • Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
  • Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (2023)
  • Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup

Respons Fraksi PDI Perjuangan

Sorotan mengenai terpilihnya anak bupati ini juga mendapat respons dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang.

Juru bicara Fraksi PDIP, Busilan, meminta publik untuk bersikap rasional dan mengedepankan sistem meritokrasi daripada sentimen garis keturunan.

"Kalau ukuran kita adalah siapa orang tuanya, maka sejak awal kita sudah menggeser diskusi dari merit sistem menjadi sentimen. Ini berbahaya bagi logika publik," ungkap pria yang akrab disapa Cak Bush tersebut.

Busilan menambahkan bahwa Dzulfikar memiliki hak yang sama untuk mengabdi sesuai dengan latar belakang pendidikannya yang linier.

"Beliau lulusan doktoral (S3) Ilmu Lingkungan Universitas Brawijaya dengan predikat lulus dengan status cum laude. Kariernya dimulai sebelum ayahnya jadi bupati. Artinya, proses profesionalnya tidak lahir dari kekuasaan hari ini," jelas Busilan.

Jaminan Tidak Ada Pelanggaran

Fraksi PDIP juga menjamin bahwa dalam proses pelantikan ini tidak ada regulasi yang ditabrak maupun rekayasa aturan demi meloloskan jabatan tertentu.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.