TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Tingginya permintaan telur ayam segar di Kotawaringin Timur dan Seruyan mendorong sejumlah pihak mulai mengembangkan usaha peternakan ayam petelur.
Melihat kesempatan ini sebagai peluang ekonomi sangat menjanjikan, sebagai sumber pendapatan keluarga sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan.
Banyak usaha ayam petelur pemula muncul di desa–desa sekitar perusahaan–perusahaan di bawah Wilmar Grup dalam dua tahun terakhir.
Baca juga: Kecelakaan Tunggal Kadis Kehutanan Kalteng Agustan di Cempaga Kotim Diduga Sopir Mengantuk
Hampir semua usaha ternak ayam petelur tersebut mengandalkan pakan pabrikan.
Kondisi ini menciptakan ketergantungan pasokan dan harga pakan dari pabrik produsen pakan.
Sementara peternak ayam petelur belum memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk mengolah pakan secara mandiri, dengan memanfaatkan bahan dasar yang tersedia.
Demikian yang menjadi latar belakang perusahaan bersama Kelompok Tani (Poktan) Pahari Sejahtera Desa Tangar, mengadakan pelatihan pengolahan pakan mandiri untuk ayam petelur, di kebun Poktan Km 11, Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (17/4/2026).
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang perekonomian, PT KKP membantu menghadirkan Agung Setiawan, trainer pengolahan pakan dari Kabupaten Kapuas, untuk membantu melatih dan mendemonstrasikan cara pembuatan pakan mandiri.
Perusahaan juga membantu menyediakan bahan material yang digunakan, seperti tepung konsentrat ayam petelur, jagung giling dan campuran bekatul.
Jagung giling dalam formulasi pakan mandiri diperoleh hasil panen program CSR PT KKP bersama Poktan sebelumnya.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kotawaringin Timur, Endrayatno hadir mewakili Kepala Dinas mengapresiasi kegiatan pelatihan kolaborasi CSR PT KKP dan Poktan Desa Tangar.
Menurutnya, pelatihan semacam ini merupakan langkah positif dalam mendorong kemandirian petani dan peternak di tingkat desa.
“Melalui pelatihan ini masyarakat diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan serta meningkatkan efisiensi biaya produksi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan,” kata Endrayatno.
Sementara itu, Ketua Poktan Pahari Sejahtera, Sugiarto Sumari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan atas dukungan dan fasilitasi kegiatan ini.
Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota kelompok, khususnya dalam pengembangan usaha ternak ayam petelur yang lebih berkelanjutan dan mandiri.
“Tingkat produktivitas telur dengan pakan olahan mandiri ini minimal 90 persen,” kata Agung dalam sesi paparan.
Bahkan dalam aplikasi pakan di kandang Poktan Pahari Sejahtera dapat mencapai 97 persen dalam sehari.
Keunggulan lain dari pakan mandiri adalah biaya produksi yang lebih murah dibanding harga pakan pabrikan atau eceran.
“Selisihnya bisa mencapai Rp 800/kg untuk pakan pabrikan, atau Rp 2.400/kg untuk pakan eceran,” tambahnya.
Bila dikalkulasi per karung, maka selisih harga pakan bisa mencapai Rp 40.000 himngga Rp 120.000 per 50kg.
CSR Manager PT. KKP, Widiyanto, menambahkan komitmen dukungan terhadap kegiatan pelatihan – pelatihan serupa kelak menjadi prioritas program CSR perusahaan.
Ke depan sangat mungkin CSR memfasilitasi pembelajaran silang antar desa, antar kelompok tani, antar kelompok usaha dengan fokus pengembangan ekonomi yang berbeda–beda.
Dalam kesempatan pelatihan ini, turut diundang pula perwakilan dari unit usaha desa–desa binaan Wilmar Grup yang memiliki usaha ayam petelur, seperti Desa Biru Maju, Sembuluh I dan Tabiku, selain Poktan Tangar sebagai tuan rumah.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Poktan Pahari Sejahtera dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam mengembangkan inovasi pakan mandiri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Widiyanto yang didampingi Andy Chandrabudi.