TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Proses pemadaman kebakaran satu rumah yang menewaskan lima orang di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Jumat (17/4/2026) dini hari terhambat karena kondisi teralis yang memenuhi area depan rumah.
Hal itu disampaikan Abdul Syukur, Perwira Piket Sudin Damkar Jakarta Barat yang melakukan proses pemadaman.
"Kesulitannya karena rumah itu digembok dan diteralis. Kita jebol paksa akhirnya untuk masuk ke rumah tersebut," ujarnya di lokasi.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah juga menyoroti keberadaan teralis besi yang menghambat proses pemadaman.
“Salah satu hal yang menjadi perhatian kami adalah keberadaan teralis besi di rumah tersebut. Ini juga menyulitkan proses pemadaman,” ujar Iin saat dimintai tanggapannya di sela kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Menurutnya, penggunaan teralis memang bertujuan untuk meningkatkan keamanan rumah dari tindak kejahatan.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru bisa menjadi penghambat saat terjadi situasi darurat seperti kebakaran.
“Sehingga kami berharap ini bisa menjadi perhatian juga. Memang untuk keamanan, tetapi akan menyulitkan juga ketika ada evakuasi,” katanya.
Iin mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam mempertimbangkan aspek keamanan sekaligus keselamatan saat memasang pengaman tambahan di rumah.
“Seharusnya itu menjadi hal yang perlu kita himbau untuk lebih hati-hati dan juga lebih cermat dalam mengamankan dari sisi rumahnya masing-masing,” ucap dia.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri, menjelaskan kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 02.18 WIB.
“Petugas langsung bergerak cepat, berangkat pukul 02.20 WIB dan tiba di lokasi pukul 02.22 WIB,” ujar Suheri dalam keterangannya, Jumat.
Operasi pemadaman dimulai pada pukul 02.23 WIB.
Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 02.47 WIB, kemudian dilakukan proses pendinginan pada pukul 02.52 WIB.
“Pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 04.53 WIB dengan status akhir hijau,” jelasnya.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam dengan total 50 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Rinciannya, pengerahan awal sebanyak 7 unit dengan 35 personel, kemudian ditambah 3 unit dengan 15 personel pada tahap kedua.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga bermula dari percikan api di tiang listrik yang berada di depan rumah korban.
Saat itu saksi yang merupakan tetangga korban mendengar suara seperti percikan api sekitar pukul 01.00 WIB saat sedang mengecek ponsel.
Ia kemudian keluar rumah dan melihat api sudah muncul di tiang listrik sebelum merambat ke bangunan rumah.
“Melihat api membesar, saksi langsung berteriak meminta pertolongan,” kata Suheri.
Sementara itu, istri saksi bergegas mendatangi kantor Sudin Gulkarmat Jakarta Barat untuk melaporkan kejadian tersebut agar segera ditindaklanjuti petugas.
Dalam proses pemadaman, petugas menemukan lima korban dalam kondisi meninggal dunia di lantai dua rumah sekitar pukul 03.55 WIB.
Kelima korban tersebut diketahui merupakan satu keluarga, yakni kakek Tjoa Gek Hoa (65) beserta anaknya yakni Ricca Shiek (42), Angga Rulian (42) dan cucu yakni Arianna (10) serta Phillip (7).