TRIBUN-TIMUR.COM - Beredar di grup WhatsApp ajakan demonstrasi membela mantan Wapres RI, Jusuf Kalla yang dilaporkan dalam kasus dugaan penistaan agama kepada Polda Metro Jaya.
JK dituding menistakan agama karena video ceramahnya soal "mati syahid".
Pelaporan JK kepada polisi dan tudingan menistakan agama ditentang sejumlah pihak.
Banyak yang menyebut dari pihak Islam dan Kristen, JK tak menistakan agama.
Konten video tersebut justru dinilai dimanfaatkan/dipelintir untuk menjatuhkan citra Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu..
Inilah yang ditentang sehingga muncul ajakan demonstrasi membela JK.
Dalam e-flyer yang beredar, ajakan demonstrasi mengatasnamakan Laskar Garuda Indonesia Bersatu.
Demonstrasi akan digelar, Jumat (17/4/2026), di kolong jalan layang (fly over) Jl Urip Sumoharjo dan Kantor DPW PSI Sulsel di Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel.
Demonstran diminta berkumpul di rumah milik keluarga Haji Kalla di Jalan Andalas belakang Masjid Raya Makassar.
Baca juga: UMI Pasang Badan Bela JK Usai Dipolisikan Video Viral Mati Syahid, Rektor: Beliau Negarawan Utuh
Namun, ini tak direstui pihak keluarga JK.
"Pihak Haji Kalla tidak pernah meminta warga untuk kumpul didepan rumahnya dan berunjuk rasa menyikapi tuduhan penistaan agama yang dialamatkan kepada Pak JK. Kami minta aparat kepolisian atau instansi terkait untuk berkomunikasi dgn penyelenggaranya agar tidak menjadikan kediaman H Kalla sebagai titik kumpul aksi. Pihak keluarga juga tidak tahu aksi tersebut.," kata juru bicara JK, Husain Abdullah kepada Tribun-Timur.com
Senada, pihak keluarga JK melalui grup usahanya Kalla juga tak bekenan adanya demonstrasi ini.
"Kami mengucapkan terima kasih atas simpati dan dukungan masyarakat untuk Bapak Jusuf Kalla, termasuk dengan adanya aksi ini. Namun, kami tegaskan dan menyerukan agar simpati dan dukungan tidak dalam bentuk aksi unjuk rasa yang dapat mengganggu ketertiban dan kedamaian. Kita harus bersama-sama menjaga kerukunan,” Chief Legal and Sustainability Officer Kalla, Subhan Djaya Mappaturung dalam siaran persnya.
Keluarga Kalla juga khawatir jika demonstrasi ini dimanfaatkan untuk mengadu domba JK dengan tokoh politik lainnya di Sulsel.
"Masyarakat tidak terprovokasi dan tidak ikut terhadap ajakan dan seruan aksi unjuk rasa yang mengaitkan pembelaan atau dukungan terhadap Bapak Jusuf Kalla," kata Subhan.
Batal
Lebih lanjut, Surahman menjelaskan, dirinya juga telah bertemu dengan pimpinan Laskar Garuda Indonesia Bersatu.
Dalam pertemuan itu, kata Surahman, dilakukan diskusi terkait dinamika perkembangan situasi saat ini.
Hasil diskusi tersebut menurut Surahman, pimpinan Laskar Garuda Indonesia Bersatu sepakat untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa.
"Pada intinya, dari diskusi kami disepakati bahwa rencana unjuk rasa besok dibatalkan," kata Surahman.
Baca juga: Sempat Viral, Polrestabes Makassar Pastikan Demo Dukung Jusuf Kalla Batal
"Demikian pula tentang tempat-tempat yang menjadi larangan atau pengecualian yang dijadikan titik aksi unjuk rasa bisa dibaca dalam penjelasan UU tersebut," sambungnya mengatakan.
Pemimpin Laskar Garuda Indonesia Bersatu, Mukram pun memastikan rencananya batal.
"Iya setelah kami pertimbangkan untuk menjaga kondusivitas yang ada, kami sepakat untuk membatalkan aksi besok," katanya, Kamis kemarin.(*)