Usai Bersitegang dengan Trump, Teror Bom Sasar Rumah Saudara Paus Leo XIV di Chicago
Lisna Ali April 17, 2026 02:07 PM

TRIBUNPALU.COM - Kawasan New Lenox, Chicago, mendadak mencekam setelah muncul laporan ancaman bom yang menargetkan kediaman John Prevost.

John Prevost merupakan saudara kandung dari pemimpin tertinggi umat Katolik dunia, Paus Leo XIV.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu malam di kediamannya yang terletak di kawasan New Lenox, Chicago.

Merespons laporan tersebut, kepolisian setempat segera menetapkan protokol pengamanan tingkat tinggi untuk melindungi warga.

Petugas langsung mengevakuasi seluruh penduduk di sekitar lokasi guna menghindari potensi jatuhnya korban jiwa.

Tim penjinak bom dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang jalan dan area rumah.

Kawasan New Lenox menjadi titik sangat sensitif bagi keamanan karena Paus Leo XIV merupakan tokoh kelahiran Chicago.

Setelah dilakukan penggeledahan selama beberapa jam, otoritas keamanan memberikan terkait hasil pemeriksaan.

"Setelah pemeriksaan cermat, para penyidik menetapkan bahwa ancaman tersebut tidak berdasar dan tidak ada alat peledak atau bahan berbahaya yang ditemukan," ujar pihak kepolisian New Lenox dalam pernyataan resminya dikutip dari Reuters.

Meski status ancaman dinyatakan palsu, polisi menegaskan penyelidikan tetap berlanjut untuk melacak asal-muasal laporan tersebut. 

Polisi sedang mendalami apakah aksi ini merupakan bentuk intimidasi nyata yang berkaitan dengan dinamika politik global saat ini.

Insiden teror ini muncul hanya berselang beberapa hari setelah Donald Trump meluncurkan serangan verbal terhadap Paus Leo XIV pada hari Minggu. 

Donald Trump mengecam keras sang Pontifex yang vokal mengkritik kebijakan militer Amerika Serikat dalam perang di Iran.

"Setelah pemeriksaan cermat, para penyidik menetapkan bahwa ancaman tersebut tidak berdasar dan tidak ada alat peledak atau bahan berbahaya yang ditemukan," ujar pihak kepolisian New Lenox dalam pernyataan resminya dikutip dari Reuters.

Meski status ancaman dinyatakan palsu, polisi menegaskan penyelidikan tetap berlanjut untuk melacak asal-muasal laporan tersebut. 

Polisi sedang mendalami apakah aksi ini merupakan bentuk intimidasi nyata yang berkaitan dengan dinamika politik global saat ini.

Baca juga: Dilepas Menteri Transmigrasi, 56 Ton Durian Asal Sigi Tembus Pasar Tiongkok

Dampak Perang Kata-Kata Donald Trump vs Vatikan

Insiden teror ini muncul hanya berselang beberapa hari setelah Donald Trump meluncurkan serangan verbal terhadap Paus Leo XIV pada hari Minggu. 

Donald Trump mengecam keras sang Pontifex yang vokal mengkritik kebijakan militer Amerika Serikat dalam perang di Iran.

Saling balas kritik antara pemimpin negara adidaya dan pemimpin agama terbesar di dunia tersebut telah menciptakan polarisasi ekstrem. 

Teror bom palsu di Chicago ini pun diduga kuat menjadi rembetan dari memanasnya hubungan diplomatik keduanya yang kini mulai mengancam keselamatan anggota keluarga di tanah kelahiran sang Paus.

Baca juga: Warga Mantikulore Kota Palu Keluhkan Lahan Pertanian Menyempit, Minta RT/RW Dikaji Ulang

Paus Leo XIV di Kamerun

Saat ancaman bom menimpa saudaranya, Paus Leo sedang berada di Kamerun, Benua Afrika.

Dalam pidatonya di depan ribuan umat Katolik di Kamerun, Paus Leo mengecam para pemimpin yang menghabiskan miliaran dolar untuk perang dan mengatakan dunia "sedang dihancurkan oleh segelintir tiran".

Leo, paus pertama dari AS, juga mengecam para pemimpin yang menggunakan bahasa agama untuk membenarkan perang dan mendesak "perubahan haluan yang tegas".

"Para ahli perang berpura-pura tidak tahu bahwa hanya butuh sesaat untuk menghancurkan, namun seringkali seumur hidup pun tidak cukup untuk membangun kembali," kata Paus dikutip dari Reuters.

"Mereka menutup mata terhadap fakta bahwa miliaran dolar dihabiskan untuk pembunuhan dan kehancuran namun sumber daya yang dibutuhkan untuk penyembuhan, pendidikan, dan pemulihan sama sekali tidak ditemukan."(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.