Detik-detik Pemburu Temukan Bangkai Helikopter yang Jatuh Hutan Kalimantan
Desy Selviany April 17, 2026 03:29 PM

TRIBUNDEPOK-Pemburu di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat menceritakan detik-detik penemuan bangkai Helikopter PK-CFX yang kecelakaan di tengah hutan pada Kamis (16/4/2026). 

Dalam insiden tersebut, seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang dilaporkan meninggal dunia.

Keberadaan bangkai helikopter pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Lorensius Along, warga Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, yang saat itu sedang berburu di kawasan perbukitan.

Along menuturkan, dirinya tidak sengaja menemukan lokasi jatuhnya helikopter saat sedang mencari tupai pada sore hari.

"Saya awalnya berburu, berangkat sekitar jam 3 sore. Lalu sekitar jam 4 saya mencium bau seperti minyak. Karena penasaran, saya naik ke pohon untuk melihat ke bawah, dan terlihat ada helikopter," ujarnya seperti dimuat TribunPontianak pada Jumat (17/4/2026).

Setelah memastikan adanya helikopter, Along kemudian turun sedikit ke lokasi untuk memastikan hal tersebut. 

Ia mengaku sempat melihat kondisi helikopter yang sudah jatuh di area jurang dengan medan cukup terjal.

Saat mendekat, Along melihat sejumlah korban yang terpencar.  

"Saya turun, lihat ada helikopter. Korban tidak terlihat jelas, tapi saya sempat melihat satu atau dua orang. Ada yang di bawah, ada juga yang di atas," katanya.

Merasa panik, Along mencoba memanggil para temannya yang berada di Riam Panjang, namun tidak mendapat respons. 

Ia kemudian memutuskan kembali ke kampung sekitar pukul 17.00 WIB untuk melaporkan temuannya kepada warga lainnya.

Baca juga: Kini Harga Emas Turun 0,9 Persen, Ini Gambaran Fluktuasinya

"Saya panik, sempat panggil-panggil teman saya, tapi tidak ada jawaban. Jadi saya balik ke kampung, kasih tahu warga di bawah," tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi cuaca saat kejadian terbilang normal, meski terdapat kabut di area perbukitan. 

Medan lokasi jatuhnya helikopter diketahui cukup sulit dijangkau, dengan kontur tanah yang miring dan jurang berkedalaman sekitar 20 meter.

"Saat itu cuaca biasa saja, tapi memang ada kabut. Lokasinya di bukit, tanahnya miring dan cukup tinggi, sekitar 20 meter ke bawah," jelas Along.

Tim SAR gabungan telah berhasil melakukan proses evakuasi semua korban di lokasi kejadian. 

Sementara penyebab pasti jatuhnya helikopter masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Akibat kecelakaan helikopter itu, delapan orang tewas termasuk kru helikopter. 

Delapan jenazah korban meninggal dunia kemudian dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Jumat 17 April 2026 pukul 10.30 WIB.

Delapan korban itu sendiri terdiri dari dua kru pilot dan co pilot dan enam penumpang.

Dua kru Pilot itu bernama Capt Marindra Wibowo dan seorang engineer Harun Arasyid.

Kemudian ada enam penumpang. Mereka adalah, Patrick K (Warga Malaysia), Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Seluruh korban di bawah ke instalasi forensik untuk menjalani pemeriksaan oleh tim medis dan forensik. 

Proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut ini dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan korban kecelakaan udara. 

Proses ini juga untuk memastikan identitas korban secara akurat.

Sebelumnya proses evakuasi korban dari jatuhnya helikopter PK-CFX ini berlangsung dramatis.

Tim gabungan mengevakuasi dalam kondisi gelap dan medan ekstrem karena cuaca buruk serta tidak adanya lokasi pendaratan helikopter.

Sejak dikabarkan hilang kotak setelah 5 menit lepas landas Kamis 16 April 2026, pukul 08:34 - 08:39 WIB, proses pencarian langsung dimulai.

Tim gabungan diturunkan untuk proses pencarian melalui darat dan udara hingga ditemukan dan terkendala medan berat untuk evakuasi korban.

Sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh jenazah berhasil dikeluarkan dan ditandu sejauh 2,5 jam menuju Posko Hulu Peniti.

Jenazah pertama tiba pukul 04.52 WIB, lalu seluruhnya diberangkatkan pukul 06.10 WIB menggunakan ambulans menuju Kompi B Yonif 642 untuk selanjutnya diterbangkan ke RS Bhayangkara.

Seluruh jenazah awalnya di jemput ke titik penjemputan di Sanggau lalu selanjutnya diterbangkan ke Lanud Supadi menuju RS Bhayangkara.

(TribunDepok/DES/TribunPontianak)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.