TRIBUNTRENDS.COM - Kemunculan Jessica Kumala Wongso di media sosial Threads secara tiba-tiba langsung menyita perhatian publik.
Kehadirannya yang singkat namun mencolok itu memicu berbagai reaksi dari warganet.
Baru saja aktif dan sempat membagikan beberapa unggahan, Jessica tak bertahan lama.
Akun tersebut segera ditutup setelah kembali dikaitkan dengan kasus kopi sianida yang pernah menyeret namanya.
"Hi, caranya pakai Threads ini gimana? Fungsinya untuk apa ya?" tanya Jessica dikutip dari postingan Threads-nya yang kini sudah tak ada.
Unggahan tersebut menjadi pemantik interaksi cepat dari pengguna lain.
Dalam hitungan waktu singkat, kolom komentarnya dipenuhi beragam tanggapan dari netizen.
Baca juga: 4 Unggahan TikTok Jessica Wongso Mantan Terpidana Kasus Mirna, Caption Ketinggalan Zaman Disorot
Sebagian warganet secara langsung menyinggung kasus lama yang pernah ramai diperbincangkan.
Bahkan, ada yang menyampaikan pertanyaan secara blak-blakan.
"Jess singkat saja, kamu bukan yang nuangin sianida?" tanya salah satu akun, dianadarrendubois.
Menanggapi berbagai komentar itu, Jessica sempat mengunggah beberapa pernyataan.
Nada tulisannya terlihat sebagai respons atas pertanyaan hingga candaan yang dilontarkan kepadanya.
Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di Threads bukanlah sesuatu yang benar-benar baru.
Menurutnya, akun tersebut sudah lama ada, meski jarang digunakan.
"Yang bilang aku di sini (Threads) udah lama tapi masih nanya: dulu install iseng dan kayaknya pernah pakai sekali tapi enggak ngerti. Selebihnya auto upload dari Instagram," tulisnya.
Selain memberikan klarifikasi, ia juga terlihat merespons berbagai komentar netizen, mulai dari yang menyinggung masa lalu hingga yang bernada santai dan bercanda.
"Yang takut diajak ngopi: ga mungkin walau dunia ini kiamat sekalipun.
Yang nanya soal masa lalu: biarlah imajinasimu yang berkarya, kalian semua suka ngayal kan?"
Dalam bagian lain, Jessica menyampaikan kekecewaannya terhadap respons sebagian pengguna Threads yang dinilainya tidak bijak dalam berkomentar.
"Yang welcome ramah: thank you ya, tapi aku quit aja deh. Di sini banyak enggak pakai otak dan hati yang dikasih tuhan. Enggak ada fungsinya di hidup aku ternyata.
Happy yapping, inget karma."
Tak lama setelah unggahan tersebut beredar, akun Threads milik Jessica diketahui sudah tidak lagi dapat diakses.
Meski begitu, sejumlah tangkapan layar dari postingannya telah lebih dulu beredar luas di media sosial.
Kemunculan singkat Jessica di Threads ini pun kembali memicu perhatian publik terhadap kasus kopi sianida yang sempat menghebohkan Indonesia beberapa tahun lalu.
Baca juga: Aktivitas Jessica Wongso Usai Bebas dari Penjara, Ngaku Masih Adaptasi, Kaget dengan Dunia Luar
Pada delapan tahun lalu, kejadian pembunuhan ini menjadi kasus paling kontroversial.
Perjalanan kasus ini dimulai ketika empat orang yang berteman sejak kuliah di Billy Blue College, Australia, memiliki rencana untuk bertemu di Indonesia.
Mereka adalah Mirna, Jessica, Hani Boon Juwita, dan Vera.
Pertemuan Jessica dan Mirna dan satu orang temannya berlangsung di Kafe Olivier, Grand Indonesia (GI), Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 6 Januari 2016.
Namun, Vera tidak ikut dalam pertemuan itu, tetapi tak dijelaskan alasannya.
Dengan demikian, namanya tak banyak disebut dalam kasus ini.
Pada pertemuan itu, Jessica datang ke Oliver lebih awal.
Ia tiba pukul 16.00 WIB dengan alasan untuk menghindari aturan 3 in 1 di Jakarta.
Jessica kemudian berinisiatif memesan es kopi vietnam dan dua cocktail.
Es kopi vietnam itu sengaja dipesan untuk Mirna.
Jessica kemudian menunggu kedua temannya, Mirna dan Hani di meja 54 dengan pesanan minuman yang sudah dihidangkan.
Sementara Mirna tiba bersama Hani.
Tak lama setelah bertegur sapa, Mirna langsung meminum es kopi vietnam dan kejang-kejang.
Mirna kemudian meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Abdi Waluyo.
Polisi yang menyelidiki kasus ini, menemukan kandungan zat sianida di dalam tubuh Mirna.
Hasil penyelidikan itu diumumkan polisi pada 16 Januari 20216.
Mirna disebut diduga meninggal karena keracunan.
Oleh karena itu, polisi meningkatkan penyelidikannya menjadi penyidikan.
Peningkatan status tersebut lantaran diduga ada tindak pidana dalam kematian Mirna.
Namun, polisi ketika itu belum menetapkan tersangka.
Setelah melakukan proses penyidikan yang panjang, pada 29 Januari 2016, polisi akhirnya menetapkan tersangka.
Sosok Jessica ditetapkan sebagai tersangka terkait kematian Mirna.
(TribunTrends/TribunJakarta)