2 Pelaku Pencurian Meteran Air di Kampar Ditangkap, PDAM Boncos
Firmauli Sihaloho April 17, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kepolisian Resor Kampar menangkap dua pelaku pencurian meteran air. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kampar mengaku rugi. 

Direktur PDAM Tirta Kampar, Eka Demi Yustra mengatakan, pencurian Water Meter terjadi di wilayah Kecamatan Bangkinang Kota, Tapung Hulu, dan Tapung.

"(Kasus) paling banyak di Bangkinang Kota. Berdasarkan data pemasangan baru, ada 90 unit Water Meter pengganti," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (17/4/2026).

Ia belum menerima data dari wilayah Tapung Hulu dan Tapung. Petugas PDAM masih melakukan pemasangan unit pengganti.

Menurut dia, pelaku yang berhasil ditangkap beraksi di Bangkinang Kota. Ia menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku pencurian di wilayah Tapung Hulu dan Tapung.

Ia mengatakan, pelaku mematahkan atau memotong pipa untuk mengambil Water Meter. Akibatnya air berhamburan dari pipa saluran ke rumah konsumen.

"Makanya sempat terjadi catatan penggunaan air melimpah, tetapi tidak masuk ke tagihan. Ini yang bikin boncos," ungkapnya.

Baca juga: Grebek Gudang BBM Subsidi di Tualang, Polisi Bongkar Modus Barcode hingga Penimbunan Jerigen

Baca juga: Sering Jadi Tempat Memakai Narkoba, Polsek Pujud Segel Rumah Kosong di Kepenghuluan Siarang Arang

Ia mengatakan, pelaku menargetkan meteran yang terbuat dari tembaga. Meteran dari bahan tembaga semua buatan yang sudah lama. 

Menurut pengakuan pelaku kepada polisi, meteran dapat dijual Rp90 ribu per unit. "Yang diambil itu tembaganya. Harga per unitnya bisa dijuak 90 ribu," katanya. 

Ia mengaku sempat terkendala mengambil tindakan agar pelaku ditangkap. PDAM tidak dapat melapor karena meteran adalah milik konsumen karena termasuk dalam biaya pasang baru.

"Biaya pasang baru 750 ribu. Di situ sudah termasuk pipa 8 meter, Water Meter, dan jasa pemasangan," ujarnya. 

Oleh karena itu, pihaknya mendorong masyarakat yang kehilangan untuk melapor ke kepolisian. "Ada tujuh yang melapor," katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.