Harga Emas Hari Ini Jumat 18 April 2026 Kompak Turun, Cek Antam hingga Galeri 24
Rheina Sukmawati April 18, 2026 09:11 AM

TRIBUNJABAR.ID - Harga emas hari ini, Jumat (18/4/2026), dari produk Galeri 24, Antam, dan UBS terpantau mengalami penurunan di Pegadaian.

Emas adalah instrumen safe-haven atau aset aman yang bisa melindungi nilai kekayaan dari inflasi.

Meski demikian, harga emas yang disimbolkan dengan XAU/USD di pasar global tidaklah tetap, melainkan berfluktuasi atau bergerak naik maupun turun.

Pada tahun 2026 ini, harga emas menyentuh nilai tertingginya hingga Rp3 juta per gram.

Beberapa faktor fluktuasi harga emas di antaranya adalah kebijakan ekonomi, kondisi geopolitik global, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), hingga tingkat permintaan di pasar.

Dilansir dari laman resmi Pegadaian sebagai salah satu gerai penjual emas, Jumat pukul 07.30 WIB, fluktuasi harian harga emas terpantau menurun.

Harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram yang pada hari sebelumnya dibanderol Rp2.886.000, kini menjadi Rp2.873.000.

Untuk gramasi yang sama, harga emas Antam mengalami penurunan dari Rp3.004.000 menjadi Rp2.983.000.

Baca juga: Sentimen Damai Timur Tengah: Membaca Arah Harga Emas Pasca Gencatan Senjata AS-Iran

Sementara, harga emas UBS mengalami penurunan dari Rp2.918.000 menjadi Rp2.902.000.

Berikut daftar harga emas hari ini selengkapnya, dilansir dari laman resmi Sahabat Pegadaian:

Harga emas Galeri 24 

  • 0,5 gram: Rp1.507.000
  • 1 gram: Rp2.873.000
  • 2 gram: Rp5.676.000
  • 5 gram: Rp14.086.000
  • 10 gram: Rp28.098.000
  • 25 gram: Rp69.886.000
  • 50 gram: Rp139.620.000
  • 100 gram: Rp279.101.000
  • 250 gram: Rp696.039.000
  • 500 gram: Rp1.392.077.000
  • 1.000 gram: Rp2.784.153.000

Harga emas Antam 

  • 0,5 gram: Rp1.544.000
  • 1 gram: Rp2.983.000
  • 2 gram: Rp5.904.000
  • 3 gram: Rp8.829.000
  • 5 gram: Rp14.680.000
  • 10 gram: Rp29.302.000
  • 25 gram: Rp73.125.000
  • 50 gram: Rp146.167.000
  • 100 gram: Rp292.253.000

Harga emas UBS 

  • 0,5 gram: Rp1.569.000
  • 1 gram: Rp2.902.000
  • 2 gram: Rp5.760.000
  • 5 gram: Rp14.233.000
  • 10 gram: Rp28.316.000
  • 25 gram: Rp70.651.000
  • 50 gram: Rp141.011.000
  • 100 gram: Rp281.911.000
  • 250 gram: Rp704.569.000
  • 500 gram: Rp1.407.483.000

Koreksi Harga Emas Pasca di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran

Pengamat ekonomi memproyeksikan harga emas ditengah gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran.

Dosen sekaligus pengamat ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan, koreksi harga emas saat ini seiring adanya gencatan senjata di Timur Tengah merupakan hal yang wajar. 

"Sebelumnya harga emas sempat mengalami kenaikan cukup tinggi akibat meningkatnya tensi geopolitik," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Jumat (10/4/2026). 

Dia menuturkan, ketika kondisi mulai mereda, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas cenderung menurun, ditambah adanya aksi ambil untung dari investor.

Diketahui, pada Oktober hingga Desember 2025, harga emas bergerak naik secara bertahap dari kisaran Rp2,2 juta menuju Rp2,5 juta per gram. 

Memasuki Januari 2026, kenaikan menjadi lebih tajam dengan harga melonjak mendekati Rp3 juta per gram dalam waktu singkat, menandai fase bullish yang dipicu sentimen global dan peningkatan permintaan.

Memasuki Februari hingga Maret 2026, harga emas sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp3 juta per gram, namun pergerakannya mulai fluktuatif. 

Sementara itu, pada Maret hingga April 2026, harga emas mengalami koreksi dan turun ke kisaran Rp2,7 juta hingga Rp2,85 juta per gram. 

Meski demikian, koreksi ini dinilai Rizaldy sebagai penyesuaian wajar setelah lonjakan tajam sebelumnya dan peluang rebound harga emas masih terbuka.

Hal ini karena gencatan senjata yang terjadi saat ini belum tentu bersifat permanen, sehingga ketidakpastian global masih tetap ada. 

Baca juga: Kisah Alvi, Freelancer Muda yang Ubah Perjuangan Antre Emas Menjadi Peluang Bisnis Menggiurkan

"Selama risiko tersebut belum benar-benar hilang, emas masih akan menjadi pilihan investor untuk menjaga nilai aset," ucapnya. 

Rizaldy memproyeksikan, bila ke depan Iran dan Amerika Serikat benar-benar mencapai perdamaian yang stabil, maka harga emas berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut.

"Investor kemungkinan akan mulai beralih ke instrumen yang lebih berisiko seperti saham. Namun penurunan harga emas biasanya tidak terlalu dalam, karena tetap dipengaruhi oleh faktor lain seperti inflasi global dan kebijakan suku bunga," jelasnya. 

Dia menambahkan, secara keseluruhan, dalam jangka pendek harga emas cenderung bergerak fluktuatif.

Sebab, dalam jangka menengah masih memiliki potensi untuk kembali menguat, terutama jika ketidakpastian global kembali meningkat. 

(Tribunjabar.id/Rheina/Nappisah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.