TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari insiden jatuhnya pesawat di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis 16 April 2026.
Akibat kejadian ini, seluruh kur dan penumpang berjumlah 8 orang dilaporkan meninggal dunia.
Termasuk pilot helikopter PK-CFX Capt. Marindra Wibowo.
Ia dikenal sebagai pilot yang memiliki jam terbang tinggi dan pernah melakukan pelatihan di Italia.
Kemudian ada seorang oknum polisi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) digerebek warga di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Diduga keduanya berselingkuh.
1. Sosok Capt Marindra Pilot Helikopter Jatuh di Sekadau: Jam Terbang Tinggi, Ikut Pelatihan di Italia
Insiden jatuhnya helikopter PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis 16 April 2026 menewaskan 8 orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.
Adapun sosok yang menerbangkan helikopter tersebut adalah Capt. Marindra Wibowo. Ia didampingi co-pilot Harun Arasyid.
Sedangkan enam penumpang terdiri dari Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O dan Sugito.
Profil Capt. Marindra Wibowo
Lantas siapakah sosok dan profil Capt. Marindra Wibowo?
Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Marindra Wibowo telah menerbangkan helikopter sejak tahun 2002.
Ia saat ini bekerja sebagai helicopter pilot di KPN Plantation sejak Januari 2020 dan menerbangkan helikopter Airbus H-130T2, termasuk unit dengan registrasi PK-CFX.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pilot di Whitesky Aviation Indonesia (2017–2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017).
Marindra juga memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut. D.
Selain pengalaman profesional, ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen.
Baca selengkapnya.
2. Gus Miftah Disorot Usai Puji Diplomasi Prabowo di Selat Hormuz: Saya Bicara Berdasar Fakta
Pendakwah kondang Miftah Habiburrahman alias Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik setelah ceramahnya yang memuji kinerja Prabowo Subianto dalam diplomasi Selat Hormuz viral di media sosial.
Dalam ceramah tersebut, Gus Miftah menyinggung keberhasilan pemerintah dalam membuka jalur strategis internasional yang dinilai penting bagi kepentingan Indonesia.
Namun, pernyataannya justru menuai reaksi beragam dari netizen.
Tak sedikit warganet yang melontarkan kritik hingga menuding ceramah tersebut sebagai bentuk “menjilat” pemerintah.
Kritik tersebut pun ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Menanggapi hal itu, Gus Miftah angkat bicara.
Ia membantah keras anggapan bahwa dirinya sedang memuji pemerintah demi kepentingan tertentu.
"Saya berbicara berdasarkan fakta yang ada, Loyalitas saya bukan karena kedekatan tapi karena keyakinan, kita sama-sama mengetahui bahwa Presiden melalui Menteri Luar Luar Negeri Pak Sugiono dan Menteri ESDM Pak Bahlil berhasil melakukan diplomasi agar membuka jalur Hormuz untuk Indonesia," tegas Gus Miftah, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, apa yang disampaikan dalam ceramah tersebut merupakan bentuk konsistensi sikap dalam mendukung kepemimpinan yang dinilai kuat dan berpihak kepada rakyat, bukan sekadar momentum atau pencitraan.
Gus Miftah juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menjilat atau berpihak secara membabi buta kepada pemerintah. Ia menyebut kritik publik merupakan hal wajar, namun tidak seharusnya mengaburkan substansi yang disampaikan.
Viralnya ceramah tersebut dinilai mencerminkan posisi Gus Miftah yang secara terbuka mendukung arah kepemimpinan nasional, khususnya dalam isu strategis seperti diplomasi internasional dan ketahanan energi.
Baca selengkapnya.
3. Namanya Dicatut Beli Ferrari Rp 4,2 Miliar, Guru Honorer di Kuningan Lapor Polisi, Takut Bayar Pajak
Rizal Nurdimansyah, guru honorer di Kabupaten Kuningan Jabar viral gegara namanya dicatut dan terdaftar sebagai pemilik mobil mewah Ferrari seharga Rp 4,2 miliar.
Update terkini, Rizal Nurdimansyah telah melaporkan kasus pencatutan identitas yang menimpanya ke Polres Kuningan.
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, membenarkan adanya laporan pengaduan terkait dugaan pencatutan nama tersebut.
"Untuk hal itu benar, ada laporan yang sedang kami tangani terkait dugaan pencatutan nama. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman," ujar AKP Abdul Aziz kepada awak media, Jumat (17/4/2026).
Fakta Mobil Ferrari yang Terdaftar Atas Nama Rizal Nurdimansyah
Mobil Ferrari yang terdaftar atas nama Rizal Nurdimansyah itu adalah Ferrari 458 Speciale Aperta.
Ferrari 458 Speciale Aperta (sering disebut sebagai Speciale A) adalah mahakarya otomotif yang dianggap sebagai salah satu mobil koleksi paling berharga dari Ferrari.
Ferrari hanya memproduksi 499 unit Ferrari 458 Speciale Aperta di seluruh dunia.
Awal Mula Namanya Dicatut untuk Beli Mobil Ferrari hingga Motor Honda GL 200
Rizal mengaku awal mula mengetahui identitasnya disalahgunakan setelah mendapat informasi dari rekannya.
Merasa ada yang janggal, ia kemudian mendatangi Kantor Samsat Kuningan untuk melakukan pengecekan NIK.
Hasilnya mengejutkan, Rizal mendapati ada tiga kendaraan yang terdaftar atas namanya, padahal ia tidak pernah membelinya.
Baca selengkapnya.
4. Kabur dari Polda Jambi hingga AKBP MN Demosi 2 Tahun, Ini Sosok Alung Ditangkap Setelah 6 Bulan DPO
M Alung Ramadhan alias Alung, buronan kasus 58 kg sabu diringkus Tim Opsnal Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi, Kamis (16/4/2026) sekira pukul 03.30 WIB.
Alung ditangkap setelah menjadi buronan polisi sejak Oktober 2025 lalu setelah dia kabur dari Polda Jambi.
Alung diamankan saat berada di pinggir Jalan Prof. dr. Sri Dewi, Parit Gompong Jalur Dua, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Siapa Alung?
Alung Ramadhan berusia 23 tahun.
Dia merupakan tersangka kasus narkotika jenis sabu seberat 58–59 kg.
Sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Oktober 2025 setelah kabur dari ruang penyidikan Polda Jambi.
Baca selengkapnya.
5. Diduga Selingkuh, Oknum Polisi Polres Nganjuk Digerebek Bersama ASN, Diangkut Mobil Patwal
Oknum polisi di Polres Nganjuk inisial DEP diduga berselingkuh dengan ASN Pemkab Nganjuk inisial AN.
Keduanya digerebek oleh pihak keluarga saat berduaan di sebuh rumah kontrakan yang berlokasi di kawasan perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Blok L, Nomor 1, Jalan Serayu, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk pada Jumat (17/4/2026) siang.
Pasangan ini terendus oleh pihak keluarga hingga dilakukan penggerebekan.
Pihak keluarga meminta DEP dan AN keluar rumah.
Namun, permintaan tersebut tak dihiraukan oleh keduanya.
Aksi ini pun mengundang perhatian warga.
Para warga berbondong-bondong keluar rumah.
Ketua RT 3 RW 5 perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Kartoyo membenarkan hal ini.
Penggerebekan dilakukan pihak keluarga pada pada Jumat (17/4/2026) sekira pukul 14.30 WIB.
Baca selengkapnya.
(Tribunnews.com)