4 Fakta Capt Marindra Wibowo Pilot Helikopter Jatuh di Kalbar, Sosok Dermawan, Tinggalkan 3 Anak
Musahadah April 18, 2026 09:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap fakta-fakta menarik sosok Capt. Marindra Wibowo, Pilot helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis (16/4/2026). 

Capt Marindra Wibowo tewas dalam kecelakaan itu bersama dengan co-pilot dan 6 penumpang lainnya. 

Hingga kini pihak berwenang belum mengungkap penyebab kecelakaan helikopter yang jatuh di sekitar Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Hanya diketahui bahwa sebelum jatuh sempat terdengar suara helikopter terbang rendah sebelum akhirnya meledak.  

Yohanes, warga setempat mengaku sempat mendengar suara helikopter sebelum akhirnya terdengar ledakan.

Baca juga: Tabiat Capt Marindra Wibowo Pilot Heli yang Jatuh di Kalbar, Sapa Tetangga Meski Jarang Berjumpa

Ia mengatakan, saat itu sekitar pukul 07.00 WIB dirinya berangkat ke ladang bersama rekannya, Pipin.

Ketika baru mulai bekerja memotong kayu menggunakan mesin senso, terdengar suara helikopter yang terbang rendah di sekitar perbukitan.

"Tidak lama kemudian, sekitar pukul 08.30 WIB, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras. Saya langsung bilang ke kakak saya kalau ada helikopter meledak. Saya sampai gemetar mendengarnya," ujar Yohanes saat dikonfirmasi pada Jumat, 17 April 2026.

Meski sempat curiga, Yohanes mengaku kembali melanjutkan aktivitasnya karena tidak melihat langsung kejadian tersebut. 

Ia menduga jika benar terjadi kecelakaan, akan ada aktivitas penerbangan lain di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 13.00 WIB, setelah selesai bekerja dan kembali ke pondok, Yohanes melihat ada helikopter lain yang terbang berputar-putar di sekitar lokasi kejadian.

"Bapak Pipin bilang kemungkinan benar ada helikopter jatuh, karena terlihat ada yang berputar di lembah. Setelah sampai di rumah, baru kami tahu ternyata memang benar terjadi kecelakaan," jelasnya.

Ia juga menambahkan, kondisi cuaca pada pagi hari saat kejadian berlangsung cukup berkabut dan berembun. 

Tim SAR gabungan telah berhasil melakukan proses evakuasi semua korban di lokasi kejadian. 

Berikut fakta-fakta dari sang pilot Capt Marindra Wibowo: 

1. 24 tahun bekerja

Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Marindra Wibowo telah menerbangkan helikopter sejak tahun 2002.

Ia saat ini bekerja sebagai helicopter pilot di KPN Plantation sejak Januari 2020 dan menerbangkan helikopter Airbus H-130T2, termasuk unit dengan registrasi PK-CFX.

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pilot di Whitesky Aviation Indonesia (2017–2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017).

Marindra juga memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut.

Selain pengalaman profesional, ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen.

Ia juga mengikuti berbagai pelatihan penerbangan, termasuk pelatihan Airbus H-130T2 di Airbus Training Center serta pelatihan AW109 di Agusta Westland Training Academy, Italia.

2. Kelahiran Tuban

RUMAH DUKA - Rumah orang tua Marindra Wibowo di Kelurahan Baturetno, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026). Marindra Wibowo merupakan pilot helikopter yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
RUMAH DUKA - Rumah orang tua Marindra Wibowo di Kelurahan Baturetno, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026). Marindra Wibowo merupakan pilot helikopter yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. (Surya.co.id/Muhammad Nurkholis)

Capt Marindra Wibowo ternyata berasal dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Orangtua Capt Marindra Wibowo,Sudiono dan Prapti Indah Lestari, saat ini tinggal Kelurahan Baturetno, Kecamatan/Kabupaten Tuban. 

Sebelum menetap di Kelurahan Baturetno, keluarga tersebut diketahui pernah tinggal di Kelurahan Sokolilo dan baru pindah ke Baturetno sekitar tahun 2000.

Namun, Marindra kini telah berdomisili di Sidoarjo.

Ketua RT 4 RW 1 Kelurahan Baturetno, Arifin, menyebut, karena kesibukannya sebagai pilot , Marindra dikenal sebagai sosok yang jarang di Tuban. 

Namun, ia tetap dikenal warga sekitar meskipun interaksi terbatas.

Terakhir, Marindra diketahui pulang ke Tuban saat momen Lebaran beberapa waktu lalu.

“Ya biasa, karena pekerjaannya pilot jadi jarang pulang. Kalau pulang hanya sebentar, biasanya hanya saling sapa saja dengan warga,” bebernya.

3. Dikenal baik dan dermawan

Di Sidoarjo, Marindra dan keluarganya tinggal di blok B1 Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo.

Mohamad Ichwan, Ketua RT 2 RW7, perumahan menceritakan, selama ini Marindra tinggal di rumah itu bersama istri dan anak-anaknya. Ichwan maupun beberapa warga lain jarang bertemu dengan Marindra.

Maklum dia seorang TNI yang tugas di luar kota. Biasa pulang sebulan atau dua bulan sekali.

“Pas pulang itu biasanya bersih-bersih dan tanam-tanam di depan rumah. Atau pas olahraga begitu, biasanya saya bertemu. Kalau pulang biasanya beberapa hari di rumah atau sekitar semingguan gitu,” lanjutnya sambil menunjuk pohon kelengkeng yang sudah berbuah, pohon yang ditanam Marindra di depan rumahnya.

Ichwan mendapat kabar tentang kecelakaan helikopter yang ditumpangi Marindra pada Kamis siang kemarin. Dia juga mendapat update informasi bahwa korban dan pesawatnya sudah ditemukan. Namun semua meninggal dunia, termasuk seorang warganya tersebut.

Dia juga menerima informasi bahwa jenazah Capt Marindra bakal tiba di rumah duka untuk dimakamkan di Juanda hari Sabtu besok. Namun, dia tidak berani memastikan jam berapa kedatangan itu.

Ichwan dan warga di sana mengaku sangat berduka. Selain dekat dengan almarhum, dia menilai bahwa Marindra itu sosok yang tegas dan memiliki jiwa sosial yang bagus di lingkungan.

Bahkan, kata dia, di kepengurusan RT tahun kemarin, Marindra sempat menjadi penasehat pengurus RT.

“Pak Marindra itu orangnya santun. Enak juga kita ajak sharing. Khususnya mengenai keamanan. Jiwa sosilnya juga bagus,” lanjutnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa warga lain di sana. Termausk security di perumahan tersebut yang mengaku sangat kehilangan atas kepergiatan Capt Marindra.

“Biasanya pas pulang selalu ngobrol sama kami. Dia orangnya baik. Bahkan setiap lebaran juga ngasih THR kepada kami. Baik banget orangnya. Santun. Terakhir bertemu pas lebaran kemarin, saat hendak balik tugas. Tentu kami turut berduka atas peristiwa ini,” ujar seorang petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut.

4. Tinggalkan Istri dan 3 Anak

RUMAH DUKA - Agustin, adik almarhum Capt Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang mengalami kecalakaan di Kalimantan Barat, saat ditemui Surya.co.id di rumah duka yang berada di Perum Grand Surya, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026). Menurut Agustin, almarhum Capt Marindra Wibowo rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Juanda, Sidoarjo.
RUMAH DUKA - Agustin, adik almarhum Capt Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang mengalami kecalakaan di Kalimantan Barat, saat ditemui Surya.co.id di rumah duka yang berada di Perum Grand Surya, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026). Menurut Agustin, almarhum Capt Marindra Wibowo rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Juanda, Sidoarjo. (Surya.co.id/M Taufik)

Capt Marindra adaah anak kedua dari lima bersaudara pasangan Sudijono, purnawirawan TNI, dan Prapti Lindah Lestari, pensiunan PNS. 

Capt Marindra Wibowo menikah dengan Serma APM/W Rena Purnama Dewi AMd Kes dan sudah dikaruniai tiga orang anak. Semua laki-laki. Mereka tinggal di Perum Grand Surya Buduran.  

Agustin, adik bungsu Marindra mengaku terakhir bertemu dengan kakaknya itu saat lebaran.

Dia sama Sekali tidak menyangka, pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir dirinya dengan sang kakak.

Kamis sekira pukul 08.30 WIB kemarin dia dikabari kakaknya yang lain bahwa terjadi kecelakaan terhadap helicopter yang ditumpangi Marindra.

Agustin dan keluarga sempat kaget, tapi mereka berharap semua penumpang bisa selamat dari kecelakaan itu.

Sampai kamis malam sekira pukul 22.00 WIB, kabar dua itu tiba. Keluarga mendapat kabar bahwa semua penumpang helicopter meninggal dunia.

“Awalnya sempat berharap, tapi setelah dengar kabar itu, kami semua shock. Sama sekali tidak menyangka. Tapi mau gimana lagi, kita tetap harus menerima kenyataan ini. Kita juga tahu, semua ada risikonya. Sebagai pilot, hal seperti inilah yang menjadi resiko,” sambungnya lirih.

Rencananya Marindra akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia yang berada di Kawasan Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Saat ini, keluarga Marindra sudah berkumpul di rumah duka yang lokasinya tak jauh dari Juanda tersebut. Termasuk adik-adik almarhum dan dua orang tua almarhum yang selama ini tinggal di Kota Tuban.

“Orang tua dari Tuban sudah di sini. Saya dan saudara lainnya juga. Ada yang datang Kamis malam, ada yang pagi tadi tiba,” ujar Agustin.

Sementara istri almarhum bersama anaknya, saat ini masih berada di Pontianak untuk menjemput jenazah almarhum.  Diperkirakan, jenazah Capt Marindra bakal tiba di rumah duka pada Jumat malam atau Sabtu pagi.

“Sesampai di Juanda, kemungkinan bakal langsung dibawa ke rumah duka. Di sini. Setelah itu dimakamkan di Taman Makam Bahagia di Juanda,” lanjutnya.

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.