Jajanan kekinian di Indonesia, Chikuro, tengah viral di Malaysia. Banyak orang Malaysia rela borong Chikuro untuk dijual kembali di sana. Aksi jastiper ini pun sampai bikin heboh!
Urusan makanan, Malaysia dan Indonesia punya selera yang hampir sama. Tak heran, ada beberapa makanan dari Indonesia yang diburu oleh orang Malaysia. Salah satunya jajanan ayam renyah gulung gaya Jepang yang dikenal dengan nama Chikuro.
Popularitasnya tidak hanya menarik perhatian di Malaysia, tetapi juga memicu tren baru berupa jasa titip atau jastip yang membawa produk ini langsung dari Indonesia ke Negeri Jiran.
Banyak yang penasaran mengapa camilan ini bisa digemari di Malaysia? Chikuro sendiri merupakan jajanan kekinian asal Indonesia bergaya Jepang. Mereka dikenal sebagai pelopor ayam renyah isi panjang pertama di dunia.
Chikuro Foto: Detikcom / Atiqa Rana
|
Camilan ini berupa olahan daging ayam cincang yang dibentuk memanjang, dengan ukuran mencapai 30 hingga 40 cm. Bagian luarnya digoreng hingga renyah, sementara bagian dalamnya diisi saus lumer seperti keju, mozzarella, hingga varian lava pedas. Tekstur kontras antara luar yang crispy dan dalam yang lembut menjadi daya tarik utama camilan ini.
Menu andalan Chikuro dikenal dengan sebutan chiro atau chicken roll, dengan varian populer seperti Royal Garlic Cream Cheese, Hot Lava, dan Mozzarella.
Selain itu, tersedia juga menu pendamping seperti Potaro Crunch, Nori Chicken Bite, hingga Satsuroage. Camilan ini umumnya dijual di pusat perbelanjaan dan dikonsumsi langsung sebagai snack praktis.
Chikuro Lagi 'Hype' di Malaysia, Diborong Jastiper Sampai Habis! Foto: TikTok/Threads
|
Popularitas Chikuro di Malaysia mendorong banyak turis Malaysia untuk membuka jasa titip. Salah satu akun yang mencuri perhatian adalah TikTok @emma_delicious_bakery yang berbasis di kawasan Setapak, Kuala Lumpur.
Pemiliknya diketahui rutin membeli Chikuro di Indonesia dalam jumlah besar, bahkan hingga ratusan porsi untuk dijual kembali di Malaysia. Varian rasa garlic dan mentai disebut sebagai yang paling diminati oleh konsumen di sana.
Harga jual Chikuro di Malaysia pun mengalami penyesuaian. Jika di Indonesia dibanderol mulai dari Rp 39.000, di Malaysia camilan ini dijual dengan harga berkisar antara RM 18 (Rp 78.000) hingga RM 25 (Rp 109.000) per porsi.
Meski harganya jadi jauh lebih mahal, antusiasme pembeli Chikuro di Malaysia tetap tinggi. Tak hanya ramai di kalangan jastip, tapi banyak orang Malaysia yang pergi langsung ke Indonesia untuk mencicipi jajanan viral ini dan mereka jadikan konten di media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Salah satu gerai Chikuro di Gandaria City, Jakarta Selatan, dilaporkan sempat tutup sementara setelah kehabisan stok akibat pesanan besar dari turis Malaysia. Foto: TikTok/Threads
|
Di sisi lain, tingginya permintaan Chikuro juga menimbulkan dampak di sejumlah gerainya di Jakarta. Salah satu gerai Chikuro di Gandaria City, Jakarta Selatan, dilaporkan sempat tutup sementara setelah kehabisan stok akibat pesanan besar dari turis Malaysia yang membeli hingga 300 porsi sekaligus.
"Yang bener aja sih @chikuro.id cabang gancy tutup karena turis malaysia pesen 300 biji. Please lah di batasin per order, ngalah2in pesta aja mesen di outlet biasa begitu," tulis @novboo_ di Threads.
"Eh kayaknya di Malaysia lagi hype banget ya si Chikuro ini? Soalnya minggu lalu gue beli Chikuro juga ada orang Malaysia yang beli sampai sekoper wkwkkw gatau dah kayaknya 100 biji," tulis pengguna lainnya.
Dari sisi netizen Malaysia sendiri, banyak yang mengatakan bahwa tren ini biasa saja, karena orang Indonesia pun sering memborong makanan hits di Malaysia.
"Kurang lebih seperti itu, turis Indonesia juga ikut tren (FOMO) dengan nastar kami di KLCC sampai membawa satu koper per orang. Antrean panjang sejak pagi. Jadi adil, kami suka Chikuro dari Indonesia, sementara mereka suka nastar Malaysia," sahut seorang netizen Malaysia.








