Soroti Banjir Rob di Buol, Arista: Edukasi Kebencanaan Minim, Anggaran Mitigasi Harus Diperkuat
Regina Goldie April 18, 2026 02:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, BUOL - Anggota DPRD Buol dari Fraksi PDI Perjuangan, Arista, menyoroti peristiwa Banjir Rob yang menerjang wilayah pesisir Kabupaten Buol, termasuk Desa Lakea I, Kecamatan Lakea, pada Sabtu (18/4/2026).

Menurut Arista, kejadian tersebut menunjukkan masih minimnya edukasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir.

Pasalnya kejadian Banjir Rob sudah sering terjadi di wilayah tersebut.

“Minimnya edukasi kebencanaan terkait Banjir Rob ini dan mitigasi bencana mengakibatkan warga di daerah pesisir kewalahan ketika air laut naik secara tiba-tiba,” ujarnya kepada TribunPalu.com.

Baca juga: DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sigi Hadiri Halal Bihalal DPD Sulteng 2026

Ia menegaskan bahwa kondisi geografis Kabupaten Buol yang berada di wilayah pesisir seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Buol yang secara letak geografis berada di daerah pesisir, wajib hukumnya mengalokasikan anggaran sebesar-besarnya untuk mitigasi, baik pra maupun pascabencana. Ini menjadi PR kita bersama,” katanya.

Arista juga menyinggung keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya langkah penanganan yang bisa dilakukan di lapangan.

Baca juga: Beri Ceramah di DPD PDIP Sulteng, Zainal Abidin: Bung Karno Pencetus Istilah Halal bi Halal Pertama

“Minimnya anggaran yang dialokasikan untuk BPBD membuat langkah-langkah yang diambil juga terbatas. Namun, kami tetap mengapresiasi upaya teman-teman BPBD yang tetap berupaya maksimal dalam keterbatasan,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Banjir Rob susulan.

“Saya berharap warga yang berada di pesisir segera melakukan langkah evakuasi sementara, serta mengamankan barang-barang elektronik yang bisa rusak akibat air laut,” tandasnya.

Diketahui, Banjir Rob akibat kenaikan air laut tersebut juga berdampak pada sejumlah desa di Kecamatan Paleleh dan menggenangi rumah warga. 

Hingga kini, pemerintah daerah bersama BPBD masih melakukan pemantauan di wilayah terdampak. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.