BBM Non-Subsidi Naik Tajam, Antrean SPBU di Bengkulu Tetap Normal
Ricky Jenihansen April 18, 2026 02:35 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mengalami kenaikan tajam di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bengkulu sejak Sabtu, 18 April 2026 pukul 00.00 WIB.

Mengutip laman mypertamina.id, kenaikan terjadi pada BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Sementara itu, BBM non-subsidi lainnya seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan harga.

Penyesuaian harga ini dilakukan setelah sebelumnya, per 1 April 2026, Pertamina memutuskan tidak menaikkan harga BBM meski terjadi lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Daftar Harga BBM Non-Subsidi di Bengkulu (per 18 April 2026)

  • Pertamax Turbo: Rp19.850 per liter (naik dari Rp13.350)
  • Dexlite: Rp24.150 per liter (naik dari Rp14.500)
  • Pertamina Dex: Rp24.450 per liter (naik dari Rp14.800)

BBM yang Tidak Mengalami Kenaikan

  • Pertamax: Rp12.600 per liter (tetap)

Tetap Normal

Pengawas SPBU 21.381.09 Rawa Makmur, Kota Bengkulu, Rama, menjelaskan bahwa tidak semua jenis BBM non-subsidi mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan hanya terjadi pada beberapa produk tertentu.

“Yang mengalami kenaikan itu BBM non-subsidi, tetapi tidak semuanya. Untuk Pertamax Turbo, dari Rp13.350 menjadi Rp19.850 per liter atau naik Rp6.500,” jelas Rama saat ditemui di SPBU 21.381.09 Rawa Makmur.

Selain itu, harga Dexlite ikut naik dari Rp14.500 ke Rp24.150 per liter, melonjak Rp9.650 per liter.

Sementara Pertamina Dex ikut naik dari Rp14.800 menjadi Rp24.450 per liter. Kenaikan yang terjadi sebesar Rp9.650 per liter.

Meski terjadi kenaikan harga, untuk Pertamax masih di harga Rp12.600 per liter, Rama juga memastikan bahwa kondisi stok BBM di SPBU tetap aman dan tidak terpengaruh.

“Untuk stok tidak ada pengaruh. Kenaikan harga tidak memengaruhi distribusi. Penyaluran BBM tetap berjalan normal,” kata Rama.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut.

Menurutnya, aktivitas pengisian BBM di SPBU masih berjalan seperti biasa dan tidak ada lonjakan signifikan.

“Untuk pengisian, baik BBM subsidi maupun non-subsidi, masih relatif sama. Tidak ada perubahan signifikan, masih normal,” tambah Rama.

Rama menegaskan, hingga saat ini kondisi di SPBU masih terkendali dan tidak ada gangguan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.