TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengecam aksi premanisme oleh pelaku yang menganiaya seorang petani berusia lanjut (lansia) yang juga dikenal sebagai ajengan atau kiai bernama Abdul Yani (70) di Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.
Peristiwa penganiayaan terhadap Abdul Yani tepatnya terjadi di Kampung Surian, Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, pada Rabu (15/4/2026).
Abdul Yani dianiaya oleh pelaku berinisial S saat hendak mengambil singkong di kebun garapannya.
Pelaku S sendiri adalah anggota Serikat Petani Pasundan (SPP) Cikatomas.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah dan sempat diberikan penanganan medis.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia mengecam keras aksi premanisme yang membuat warganya merasa resah.
"Setiap bentuk tindakan premanisme, penganiayaan, intimidasi, menimbulkan rasa cemas, takut, tidak aman di masyarakat, harus dilakukan tindakan secara tegas oleh aparat hukum," ucap Dedi Mulyadi dalam videonya, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga: Respons Dedi Mulyadi soal Viralnya Pelajar Ejek Guru di Purwakarta, Beri Saran Hukuman
"Saya menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut," sambungnya.
Sebagai tindak lanjut, Dedi Mulyadi telah menghubungi Kapolda Jabar untuk menginvestigasi aksi penganiayaan terhadap petani lansia tersebut.
"Saya sudah menyampaikan kepada Pak Kapolda Jabar untuk segera melakukan tindakan nyata bagi pelaku penganiayaan tersebut," kata Dedi Mulyadi.
"Saya mengucapkan salam hormat kepada ulama sepuh, semoga senantiasa sehat dan mendapatkan lindungan dari Allah SWT. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang menghormati penegakan supremasi hukum," tutupnya.
Sebelumnya, warga sekitar mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas aksi premanisme ini dan memberikan perlindungan bagi para petani lokal.
Puluhan warga tersebut mendatangi Polsek Cikatomas untuk meminta keadilan dan pengusutan atas kasus penganiayaan yang menimpa petani lanjut usia.
Kapolsek Cikatomas AKP Sukiran mengaku, memang benar sejumlah masyarakat mendatangi Polsek untuk meminta pengawalan kasus yang menimpa seorang petani lanjut usia.
"Untuk kasus ini kami sudah limpahkan ke Polres, dan sekarang masih melakukan pemeriksaan saksi," jelas AKP Sukiran, dikutip dari TribunPriangan.com.
Terkait motif penganiayaan yang dilakukan oknum inisial S ke seorang petani, ia menegaskan masih dilakukan penyelidikan.
"Kalau salah paham tidak juga, karena tuntutannya dengan pihak oknum SPP, makanya ini ditangani Serse Polres Tasikmalaya," jelasnya.
Sementara mengenai luka yang diderita korban sudah bisa diberikan penanganan medis dan tidak terlalu parah.
"Tidak parah, dan korban masih bisa ngomong. Untuk updatenya bisa ditanyakan langsung ke Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, karena terduga pelaku tengah menjalani proses pemeriksaan," katanya.
Baca juga: Respons Dedi Mulyadi soal Warga Nyalindung Sukabumi Swadaya Perbaiki Jalan: Sudah Dianggarkan
(Tribunjabar.id/Rheina) (TribunPriangan.com/Jaenal Abidin)