BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Mengenakan pakaian serba putih, Yakup (81) , dan istrinya Masnah (82), tampak dengan seksama mendengarkan penjelasan dari petugas haji.
Kedua warga Desa Tungkaran Kabupaten Banjar itu duduk di barisan paling depan di antara jemaah calon haji lain yang hadir di Masjid Nurul Iman, Desa Indrasari, Martapura, pada Sabtu (18/4/2026).
Kegigihan lansia pasangan suami istri ini patut diacungi jempol, hingga akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah haji, bergabung dengan kelompok terbang jemaah calon haji asal Kabupaten Banjar.
Keduanya sehari-hari bekerja sebagai petani padi dan singkong di Desa Tungkaran Kabupaten Banjar.
Dengan kondisi fisik yang tak lagi muda, semangat keduanya tak surut.
Sejak mendaftar, mereka sabar menunggu antrean panjang, sambil terus menabung dari hasil bertani.
Bagi keduanya, setiap musim panen menjadi harapan yang mendekatkan langkah menuju Baitullah.
"Alhamdulillah, walaupun kami sudah tua, masih diberi kesempatan berangkat haji. Ini rezeki yang tidak kami sangka,” ujar Yakub sang suami.
Baca juga: Banua Criterium Challenge 2026 Ramaikan Kawasan Perkantoran Gubernur Kalsel, Diikuti Ratusan Peserta
Kini setelah menanti selama delapan tahun keduanya bisa berangkat haji.
Hasil bertani padi dan singkong tidak selalu besar, namun mereka menyisihkan sedikit demi sedikit demi mewujudkan niat suci tersebut.
Dukungan keluarga dan doa dari tetangga turut menguatkan tekad mereka hingga akhirnya berangkat tahun ini.
Tak kalah mengharukan, kisah seorang jemaah termuda berusia 13 tahun bernama Sofia Kamila asal Desa Tanjung Rema Kabupaten Banjar.
Dari jemaah asal Kabupaten Banjar, Sofia adalah yang paling muda. Ia berangkat menggantikan mediang ayahnya yang wafat di tahun 2023 sebelum sempat menunaikan ibadah haji.
Keberangkatan remaja ini menjadi bentuk amanah keluarga untuk melanjutkan niat sang ayah.
Namun, Sofia mengaku berangkat haji di tahun ini tidak sendirian. Dia didampingi sang Ibu Habibah.
"Iya, berangkat menggantikan Abah yang meninggal pada tahun 2023 lalu," kenang Sofia.
Dia pun sebelum berangkat haji ke tanah suci, akan nyekar ke makan sang ayah.
Meski masih sangat belia, kesiapan Sofia patut diacungi jempol. Sofia mengaku tidak kesulitan memahami tata cara ibadah haji.
"Insya Allah sudah mengerti. Kemarin juga sudah mengikuti pelatihan terkait tata cara haji. Selama ini juga terus belajar dan menghafal doa-doanya," urai Sofia yang juga siswi SMTSN 6 Banjar.
Tidak hanya kesiapan rohani, urusan duniawi pun telah ia selesaikan dengan baik. Sofia memastikan dirinya telah mendapatkan izin resmi dari sekolah melalui surat permohonan.
(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)