Harga BBM Non Subsidi Naik, Pengawas SPBU di Sengkawit Tanjung Selor Sebut Pembeli Masih Normal
Junisah April 18, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR- PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) Non Subsidi mulai Sabtu (18/4/2026). Berdasarkan informasi dari aplikasi MyPertamina, kenaikan cukup signifikan terjadi pada beberapa jenis BBM. Pertamax Turbo (RON 98) melonjak dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.

Tak hanya itu, Dexlite juga mengalami kenaikan dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter. Sementara Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter. Adanya kenaikan harga BBM Non Subsidi ini juga terjadi di wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Pengawas SPBU Prima Agung atau biasa dikenal sebagai SPBU Sengkawit yang berlokasi di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, Memo mengatakan bahwa penyesuaian harga memang berlaku di wilayah tersebut, namun saat ini hanya untuk jenis BBM Dexlite.

“Yang naik cuma Dexlite, sekarang di angka Rp24.650 per liter,” ujarnya.

Baca juga: Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik: Segini Harga BBM di Kaltara Hari Ini

Ia mengatakan, untuk jenis BBM lainnya seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Dex, hingga saat ini belum tersedia di SPBU tersebut.

Menurutnya BBM jenis pertamax turbo dan pertamina dex bahkan tidak tersedia di wilayah Tanjung Selor bukan hanya SPBU miliknya.

"Kami sih kurang tahu kenapa Pertamina Dex dan Pertamax Turbo tidak tersedia, bahkan di seluruh Tanjung Selor," sebutnya.

Sementara itu, harga BBM subsidi dipastikan masih tetap. Pertalite berada di angka Rp10.000 per liter dan solar subsidi Rp6.800 per liter. Adapun Pertamax dijual di harga Rp12.900 per liter.

Dari sisi permintaan pasca ada informasi kenaikan harga, Memo  menyebutkan belum ada perubahan signifikan pasca kenaikan harga tersebut.

“Masih normal pembelinya,” katanya.

Baca juga: Pemkab Nunukan Sebut Stok BBM di SPBU Aman, Distribusi dan Transportasi Jadi Tantangan Utama

Sejauh ini untuk pembeli BBM jenis Dexlite masih didominasi oleh kendaraan sekitar wilayah Tanjung Selor.

Di sisi lain, sejumlah masyarakat di Tanjung Selor mengaku cemas dengan kenaikan BBM nonsubsidi ini. Mereka khawatir jika ke depan pemerintah juga menaikkan harga BBM subsidi.

Salah satunya Ayu (30) warga Tanjung Selor yang mengaku  cemas dan khawatir jika sewaktu-waktu harga BBM subsidi juga akan mengalami kenaikan akibat kondisi geopolitik di kawasan timur tengah memanas.

“Kalau nonsubsidi yang naik tidak apa-apa, karena yang pakai biasanya kalangan mampu. Yang penting jangan Pertalite ikut naik, jalan kaki nanti kami kemana-mana,” ungkapnya.

Kekhawatiran ini mencerminkan sensitivitas masyarakat terhadap harga BBM, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.