SURYA.CO.ID — Isu mengenai penggunaan visual balita pada kemasan produk air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA belakangan menjadi sorotan di sejumlah media dan media sosial.
Namun, penelusuran terhadap kemasan yang dimaksud menunjukkan visual tersebut merupakan bagian dari label sekunder pada kemasan bundling, yang tidak berdiri sendiri sebagaimana narasi yang berkembang.
Label sekunder atau secondary label adalah informasi tambahan yang ditempatkan pada kemasan luar (outer pack), khususnya untuk kebutuhan distribusi dan identifikasi produk dalam penjualan bundling.
Label ini berbeda dengan label utama yang terdapat pada masing-masing botol, yang memuat informasi wajib terkait produk.
Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menjelaskan bahwa visual yang menjadi perbincangan publik tersebut tidak dapat dipisahkan dari konteks keseluruhan desain label.
Baca juga: Sosok Tirto Utomo Pemilik Aqua AMDK yang Kuasai Pasar, Pabriknya Viral usai Disidak Dedi Mulyadi
“Visual yang dimaksud merupakan bagian dari secondary label pada kemasan bundling 6 botol Aqua 1500 ml, yaitu informasi tambahan pada kemasan luar yang digunakan untuk kebutuhan distribusi dan identifikasi produk bundling, dan bukan label utama produk sebagaimana label di kemasan utama (di botol),” ujarnya dalam keterangan tertulis Sabtu (18/4/2026).
Ia menambahkan, jika dilihat secara utuh dan bukan hanya dari satu sisi, label tersebut menampilkan ilustrasi keluarga secara keseluruhan.
Aqua juga menegaskan tidak terdapat klaim atau pesan bahwa produk tersebut diperuntukkan khusus bagi bayi atau balita.
Produk AMDK sendiri masuk dalam kategori pangan umum, yang pengaturannya berada di bawah ketentuan BPOM.
Baca juga: Rekam Jejak Anthony Salim Pemilik Club, Produk AMDK yang Kini Kuasai Pasar Air Minum Kemasan
“Seluruh informasi pada kemasan utama telah sesuai ketentuan BPOM. Label sekunder dibuat hanya dalam konteks penjualan bundling,” kata Arif.
Pemotongan visual tanpa melihat keseluruhan desain dinilai berpotensi memunculkan persepsi yang tidak lengkap.
Di sisi lain, perhatian dari lembaga perlindungan konsumen dan anak tetap dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga praktik komunikasi yang bertanggung jawab.
“Aqua menghargai perhatian dan masukan dari berbagai pihak dan terus berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang bertanggung jawab dengan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Arif.