Incar Potensi Lokal, Pemkab Kediri Dorong Peningkatan Jumlah Wisata Desa Berbasis Alam
Januar April 18, 2026 07:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri terus mendorong pengembangan wisata desa berbasis potensi lokal, khususnya yang mengandalkan kekuatan alam sebagai daya tarik utama.

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menilai potensi wisata desa di wilayahnya masih sangat besar untuk dikembangkan, terutama di kawasan lereng Gunung Kelud seperti Ragil Kuning Desa Krenceng Kecamatan Kepung. 

Menurutnya, wisata berbasis alam memiliki keunggulan tersendiri karena lebih berkelanjutan dan memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik yang saat ini menjadi penyumbang terbesar sektor pariwisata.

"Alhamdulillah ada potensi yang sebetulnya masih bisa dikembangkanlah, karena ini basisnya alam. Saya kira sangat menarik," jelasnya usai tanam pohon di area Wisata Ragil Kuning Desa Krenceng, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Pesona Tari Jaran Slining, Dari Ritual Penghormatan Leluhur Kini Jadi Daya Tarik Wisata

Mustika menegaskan, pengembangan wisata tidak hanya berhenti pada potensi alam semata, namun juga harus diimbangi dengan pembenahan berbagai aspek pendukung seperti aksesibilitas dan fasilitas.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi jalur menuju lokasi wisata yang dinilai masih perlu perbaikan agar lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.

"Seperti turunan itu diperbaiki agar lebih landai, lebih aman, sehingga pengunjung tidak mengalami hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Selain itu, fasilitas penunjang seperti toilet, tempat makan, serta sarana umum lainnya juga harus terus ditingkatkan sebagai bagian dari pelayanan kepada wisatawan.

Mustika juga menyoroti pentingnya konsep penataan lingkungan wisata agar lebih tertata dan menarik, termasuk pengelolaan sampah secara baik dan berkelanjutan.

Menurutnya, kesadaran terhadap kebersihan menjadi kunci dalam menjaga daya tarik wisata, sejalan dengan gerakan nasional pengurangan sampah plastik.

Mustika menambahkan, pengembangan wisata desa juga perlu didukung dengan inovasi dan kreativitas dari para pelaku wisata itu sendiri.

"Harus ada inovasi, atraksi harus terus ditambah agar wisatawan tidak bosan dan terus datang," ungkapnya.

Dalam upaya mendukung keberlanjutan wisata desa, Disparbud juga telah melakukan berbagai langkah, termasuk memberikan apresiasi kepada desa wisata yang dinilai siap untuk dikembangkan lebih lanjut.

Bahkan, pihaknya mendorong agar perangkat daerah turut berkontribusi dalam menghidupkan wisata lokal dengan mengunjungi destinasi yang ada di Kabupaten Kediri.

"Jangan sampai kita malah ke luar daerah dulu, padahal di Kediri banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan," tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan dalam mengelola wisata desa tidaklah mudah, terutama dalam hal perawatan dan konsistensi pengelolaan.

Namun demikian, ia optimistis jika dikelola dengan baik, wisata desa mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

"Potensi wisata ini bisa menjadi penggerak ekonomi desa. Yang penting terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.