Atap Kelas Sekolah di Sidoarjo Mendadak Ambrol, Siswa SDN 1 Sidokepung Belajar di Perpustakaan
Januar April 18, 2026 07:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Siswa kelas 5 SDN 1 Sidokepung harus belajar di perpustakaan beberapa hari belakangan. Penyebabnya, atap kelas mereka ambrol setelah terjadi hujan deras bercampur angin beberapa waktu lalu.

Menurut Sri Wahyuni, Kepala SDN 1 Sidokepung, kondisi atap sekolah memang sudah lama mengalami kerusakan dan rawan ambruk. 

Sampai pada Senin malam lalu, saat hujan deras mengguyur, plafon yang sudah lapuk itu akhirnya ambrol.

“Sebelumnya kami sudah berupaya melakukan perbaikan, namun karena kondisinya sudah lapuk, perbaikan ringan tidak memungkinkan. Sehingga akhirnya ambrol,” ujar Sri saat ditanya Bupati Sidoarjo Subandi yang melakukan sidak ke sekolah di Buduran, Sidoarjo tersebut, Sabtu (18/4/2026).

Untungnya, saat kejadian tidak ada siswa yang berada di dalam kelas. 

Baca juga: Plafon UGD Puskesmas Slahung Ponorogo Ambrol Akibat Hujan Deras, Pelayanan Ditutup

Sehingga tidak sampai ada korban dalam peristiwa ini. Pihak sekolah juga telah mengambil langkah antisipasi dengan memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruang perpustakaan.

SDN 1 Sidokepung memiliki 340 siswa dengan 13 rombongan belajar. Sementara ruang kelas yang tersedia hanya 11 ruang. Oleh karena itu, pihak sekolah mengajukan penambahan dua ruang kelas untuk kepentingan belajar mengajar di sana.

“Kami berharap ke depan dapat dilakukan pembangunan gedung bertingkat agar kebutuhan ruang belajar terpenuhi secara optimal,” lanjut kepala sekolah.

Bupati Sidoarjo, Subandi, datang melihat langsung kondisi ruang kelas itu Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo dan Kalaksa BPBD Sidoarjo. 

Melihat kondisi itu, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo akan segera mengambil langkah penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Tentu kita harus secepatnya mencarikan solusi atas kebutuhan sekolah ini. Dari hasil peninjauan, kondisi ruang belajar memang sudah tidak memadai, baik dari sisi fasilitas maupun bangunan,” kata Subandi.

Menurutnya, kebutuhan ruang kelas di SDN 1 Sidokepung saat ini masih kurang. Oleh karena itu, diperlukan penambahan ruang kelas baru guna menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Jika menginginkan solusi cepat, sementara bisa menggunakan dana BTT untuk pembenahan bagian atap dan plafon agar aman dan nyaman. Untuk jangka panjang, kami sarankan perencanaan pembangunan gedung dua lantai pada akhir tahun 2026 dan di tahun 2027 dapat terealisasikan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, menjelaskan bahwa keterbatasan ruang kelas memang menjadi perhatian serius. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan penanganan sejumlah sekolah.

“Kami berupaya mengakomodir kebutuhan sekolah, terutama terkait keterbatasan ruang kelas. Namun untuk tahun 2026 ini memang belum tersedia alokasi anggaran khusus karena adanya penyesuaian dan efisiensi anggaran. Sehingga kemungkinannya untuk pembangunan bisa di tahun 2027,” kata Tirto.

Ia juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat sekitar 54 titik pekerjaan perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sidoarjo dengan nilai anggaran kurang lebih Rp47 miliar.

Sebagian pekerjaan sudah berjalan. Dan Sebagian lainnya masih proses Lelang. “Ada yang sudah berjalan, sementara yang melalui proses tender saat ini tinggal menunggu tahapan lanjutan,” ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.