Palembang vs Bengkulu: Menakar Kesejahteraan di Antara Jejak Kolonial dan Kejayaan Sriwijaya
Yandi Triansyah April 18, 2026 08:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Sejarah mencatat bahwa sebelum tahun 1967, Bengkulu dan Palembang berada dalam satu naungan administratif yang sama. 

Namun, sejak UU Nomor 9 Tahun 1967 meresmikan pemisahan Bengkulu dari Sumatera Selatan, kedua kota ini menempuh jalan masing-masing menuju kemajuan. 

Kini, puluhan tahun setelah "perpisahan" itu, bagaimana perbandingan kesejahteraan di antara sang kota pesisir barat dan kota pempek?

Baca juga: Palembang vs Jambi: Mengadu Kesejahteraan di Antara Kota Tua dan Jantung Bumi Melayu

Bengkulu: Sang Mutiara Pesisir 

Kota Bengkulu berdiri anggun menghadap Samudera Hindia. 

Dikenal dengan sejarah perjuangannya yang kental serta peninggalan Inggris yang ikonik seperti Benteng Marlborough, Bengkulu bukan sekadar kota bersejarah. 

Di balik semilir angin lautnya, kota ini menyimpan prestasi yang mengejutkan dalam hal kualitas sumber daya manusia.

Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025, Kota Bengkulu mencatatkan angka yang sangat impresif, yakni 84,59. 

Angka ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan di ibu kota Provinsi Bengkulu ini sangat mumpuni, bahkan melampaui beberapa kota besar lainnya di Sumatera.

Namun, dalam hal daya saing daerah, Bengkulu mencatatkan skor IDSD sebesar 4,07. 

Sebuah angka yang stabil, namun menunjukkan tantangan tersendiri dalam mengakselerasi inovasi daerah di tengah persaingan ekonomi global.

Palembang: Sang "Venesia dari Timur" yang Tak Henti Berinovasi

Menyeberang ke sisi timur, Palembang menyapa dengan kewibawaannya sebagai kota tertua di Indonesia. 

Eksis sejak Juni 682 Masehi, Bumi Sriwijaya ini adalah bukti hidup bahwa sejarah ribuan tahun tidak menjadi penghalang untuk tampil modern. 

Dijuluki "Venesia dari Timur" karena keterikatannya dengan Sungai Musi, Palembang terus memoles diri menjadi metropolitan yang disegani.

Dalam hal kesejahteraan, Palembang mencatatkan IPM sebesar 83,27 pada tahun 2025. 

Meski secara angka terpaut tipis di bawah Bengkulu, pencapaian ini tetap menempatkan warga Palembang pada standar kualitas hidup yang setara dengan kota-kota besar di Pulau Jawa.

Menariknya, Palembang menunjukkan taringnya dalam aspek kemandirian dan inovasi. 

Dengan skor IDSD mencapai 4,23, Palembang membuktikan bahwa mereka lebih agresif dalam melakukan transformasi digital dan pelayanan publik. 

Usia ribuan tahun justru menjadi fondasi kuat bagi Palembang untuk terus berakselerasi mengikuti derap zaman.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.