POSBELITUNG.CO--Kasus kematian tragis seorang lansia di Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menyita perhatian publik.
Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah suasana keluarga yang tengah bersiap menyambut keberangkatan ibadah haji.
Korban, Tasriah (72) atau yang akrab disapa Mak Iyah, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Suaminya, Rido (76), menjadi orang pertama yang menemukan jasad korban sepulang dari rumah anaknya.
Saat tiba di rumah, Rido mendapati pintu dalam kondisi terbuka dan isi rumah sudah berantakan.
Rasa curiga membawanya masuk ke kamar, di mana ia menemukan lemari pakaian telah diacak-acak.
Namun, pemandangan paling mengerikan justru terlihat di atas tempat tidur.
Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tangan dan kaki terikat menggunakan kain, sementara mulutnya tersumpal.
Tubuhnya juga tertutup kasur dan bantal, memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan sebelum kematian.
Dalam kondisi panik, Rido segera meminta bantuan Ketua RT setempat, Masliah. Keduanya kemudian kembali ke rumah untuk memastikan kondisi tersebut.
“Suaminya membangunkan saya karena melihat rumahnya mencurigakan. Saat kami masuk, kondisi kamar sudah acak-acakan dan korban ditemukan di atas ranjang,” ujar Masliah.
Dari hasil pemeriksaan awal, kuat dugaan peristiwa ini merupakan aksi perampokan yang disertai kekerasan.
Pelaku diduga memanfaatkan situasi rumah yang sepi saat keluarga korban sedang berada di tempat lain.
Selain merenggut nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga.
Di antaranya uang tunai sekitar Rp30 juta yang disimpan di dalam lemari, serta perhiasan emas seberat kurang lebih 50 gram yang dikenakan korban.
“Saya sangat terpukul. Pelaku begitu kejam, tega mengikat dan menyumpal istri saya yang sudah tua,” kata Rido dengan suara bergetar usai pemakaman, Jumat (17/4/2026).
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan berbagai bukti, termasuk sidik jari serta keterangan saksi.
Garis polisi juga telah dipasang di lokasi kejadian.
Kasatreskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung.
Polisi saat ini menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Polri Losarang, Indramayu, untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Kami masih mendalami kasus ini dan menunggu hasil autopsi. Semoga pelaku bisa segera terungkap dan ditangkap,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Subang, AKP Edi Juhaidi, menegaskan bahwa kasus ini menjadi prioritas penanganan pihak kepolisian.
Jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman umum Desa Rancaudik pada Jumat siang.
Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman yang dihadiri keluarga dan warga setempat.
Seorang kerabat korban, Ratnengsih, mengaku tidak menyangka kejadian tragis tersebut menimpa sahabatnya.
“Tidak menyangka, dikira hanya tidur,” ucapnya sambil menahan tangis.
Kini, warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku di balik peristiwa keji tersebut dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.
TribunJatim.com/Kompas.com