Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Keluarga Soroti Dugaan Kelalaian Medis
Glery Lazuardi April 19, 2026 11:17 AM

TRIBUNNEWS.COM, Padang – Kisah memilukan seorang ibu bernama Nuri Khairima mencuat di media sosial setelah ia mengungkap dugaan malpraktik yang menimpa buah hatinya, Alceo Hanan Flantika (14 bulan), di RSUP M Djamil Padang.

Alceo meninggal dunia pada Jumat (3/4/2026) usai menjalani serangkaian perawatan pasca luka bakar akibat tersiram air panas.

Dalam wawancara dengan TribunPadang.com pada Jumat (17/4/2026), Nuri menceritakan kronologi sejak anaknya dirujuk dari RS Hermina Padang ke RSUP M Djamil untuk operasi debridement.

Ia sempat menolak rujukan tersebut, namun pihak RS Hermina menyarankan karena fasilitas dan tenaga medis di RSUP M Djamil dinilai lebih lengkap.

Setibanya di IGD RSUP M Djamil pada Kamis (26/3/2026), Nuri mengaku anaknya tidak langsung mendapat ruang perawatan.

“Anak saya menangis kesakitan sambil digendong, karena tempat tidur IGD penuh,” ujarnya.

Ia juga menilai respons tenaga medis terhadap kondisi kritis Alceo lambat dan kurang komunikatif.

Alceo baru menjalani operasi pada Jumat (27/3/2026) malam setelah menunggu lebih dari 24 jam.

Pasca operasi, ia dirawat di ruang HCU Bedah dan sempat menunjukkan tanda-tanda membaik.

Namun, kondisi kembali menurun pada 31 Maret hingga kritis pada 2 April.

Nuri menyebut penanganan medis tidak segera dilakukan meski ia berulang kali melapor. Alceo baru dipindahkan ke ruang PICU pada Kamis siang, namun sehari kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Nuri menilai kronologi tersebut menjadi dasar bagi keluarga untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian pelayanan.

“Bisa dikatakan tidak ada penanganan serius hingga anak saya meninggal,” tegasnya.

Baca juga: Dituding Malpraktik Sebabkan Anak 10 Tahun Meninggal, Dokter Ratna Gugat Kemenkes dan Presiden

FABEM Soroti Dugaan Kegagalan Sistemik

Sekretaris Dewan Pusat Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (DPP FABEM), Riki Pratama, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi individual, melainkan alarm atas dugaan persoalan sistemik dalam pelayanan kesehatan rujukan.

“Ini bukan sekadar kasus individual. Ini adalah kegagalan sistemik pelayanan kesehatan rujukan. Keluarga berhak mendapatkan kejelasan dan keadilan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Riki menyoroti tiga hal utama: dugaan tidak adanya protokol prioritas pasien pediatri dengan luka bakar, lemahnya etika komunikasi tenaga medis kepada keluarga pasien, serta keterlambatan pemindahan ke PICU saat tanda-tanda infeksi sistemik muncul.

FABEM mendesak Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia melakukan audit medis menyeluruh terhadap penanganan kasus tersebut.

Sementara itu, keluarga Alceo disebut tengah mempertimbangkan langkah hukum, termasuk pelaporan ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia dan aparat penegak hukum atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan kematian.

Manajemen RSUP M Djamil Janji Transparansi

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP M Djamil Padang, Rizki Rasyidi, menyatakan pihaknya telah membentuk Tim Audit Investigasi Internal untuk menelusuri seluruh proses pelayanan medis.

“Kami dari manajemen tentu tidak ingin menutupi fakta dan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan ketidaksesuaian prosedur,” tegas Rizki.

Pihak rumah sakit juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Alceo. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kami memahami kehilangan seorang anak merupakan ujian yang sangat berat bagi keluarga,” ujarnya.

Rizki menambahkan, pasca kejadian, pihak manajemen telah dua kali bertemu langsung dengan keluarga korban bersama tim medis yang menangani pasien.

Pertemuan itu diisi dengan mediasi tertutup, mendengarkan keluhan keluarga, serta permintaan maaf dari pihak rumah sakit jika pelayanan dirasakan belum sesuai harapan.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan menambah desakan agar standar pelayanan medis di rumah sakit rujukan nasional diperketat serta diawasi secara transparan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.