Sisa Bakaran Bambu Tak Padam Sempurna, Bedeng dan Pelinggih di Denpasar Bali Ludes Terbakar
Putu Dewi Adi Damayanthi April 19, 2026 12:35 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kebakaran melanda sebuah lahan kosong yang digunakan sebagai tempat pembuangan puing bangunan serta sebuah bangunan bedeng. 

Peristiwa ini terjadi di Jalan Bukit Indah, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian, Denpasar Barat, Bali, hangus dilalap si jago merah pada Sabtu 18 April 2026 siang, sekitar pukul 12.30 WITA. 

Kebakaran disebabkan kelalaian dalam memadamkan sisa pembakaran sampah. 

Tak hanya menghanguskan bedeng, api juga merembet dan merusak atap ijuk sejumlah pelinggih milik warga setempat.

Baca juga: TRAGEDI Kebakaran di Kompleks Pertokoan di Klungkung, Asap Pekat Mengepul dari Dalam Ruko

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, memastikan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh sisa pembakaran bambu kering yang dilakukan sehari sebelumnya. 

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, api dengan cepat membesar karena material di lokasi didominasi puing bangunan yang mudah terbakar. 

"Kebakaran menghanguskan bedeng dan atap pelinggih warga. Dugaan sementara, api berasal dari sisa pembakaran puing bangunan berupa kayu atau bambu yang dilakukan oleh saksi Samsul Hadi pada hari sebelumnya," ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, pada Minggu 19 April 2026. 

Kronologi bermula ketika Samsul Hadi (60), pengelola pembuangan puing bangunan tersebut, sempat membakar bambu kering di lokasi pada Jumat 17 April pagi hingga sore hari. 

Pada Sabtu, sekitar pukul 09.00 WITA, Samsul kembali ke lokasi dan sempat meninggalkannya untuk melaksanakan salat di Masjid Al Furqon pada pukul 11.00 WITA. 

Namun, betapa terkejutnya ia saat kembali pada pukul 12.30 WITA, api sudah membumbung tinggi di area bedeng miliknya.

Dalam kondisi panik, Samsul sempat berusaha memadamkan api menggunakan ember, namun usahanya sia-sia karena api justru semakin mengganas. 

Ia hanya sempat menyelamatkan dua unit sepeda motor, yakni Suzuki Thunder dan Yamaha NMax, sebelum akhirnya terpaku lemas menyaksikan bangunan bedengnya habis terbakar.

"Saksi Samsul Hadi sempat syok melihat api yang sangat besar hingga ia ditenangkan oleh pecalang setempat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi," beber Iptu Adi Saputra Jaya.

Dampak kebakaran ini juga dirasakan oleh tetangga sebelah, Gede Dana Yasa (65). 

Pensiunan PNS ini sempat melihat asap hitam membubung dari tumpukan sampah dan berusaha menghubungi petugas pemadam, namun tidak tersambung. 

Ia kemudian bergegas naik ke area suci miliknya karena khawatir atap pelinggih yang terbuat dari ijuk tersulut api. 

Sayangnya, meski telah berusaha menyiramkan air, api tetap menyambar bagian atap ijuk Pelinggih Kemulan, Taksu, dan Surya miliknya.

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kota Denpasar dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api agar tidak merembet lebih luas ke pemukiman penduduk. 

Api baru dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar 30 menit kemudian.

Akibat kejadian ini, Samsul Hadi harus merelakan bangunan bedengnya beserta isinya yang meliputi empat buah ponsel merk Samsung.

Kemudian televisi merk Polytron, uang tunai Rp2.000.000, serta dokumen penting seperti KTP, STNK mobil, SIM B1, dan SIM C yang ludes terbakar. 

Sementara itu, Gede Dana Yasa mengalami kerugian material sekitar Rp10.000.000 akibat kerusakan pada bangunan pelinggihnya.

"Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini," ujar dia. 

"Namun, kerugian material cukup signifikan. Saat ini, saksi Samsul Hadi telah kami amankan ke Mako Polsek Denpasar Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kelalaian yang menyebabkan kebakaran ini," jabarnya. 

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) dan menyarankan para korban untuk segera membuat laporan resmi guna proses hukum lebih lanjut. 

Tim Inafis Polresta Denpasar juga telah dilibatkan untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.