9 Siswa Hina Guru dengan Jari Tengah di Purwakarta Minta Maaf, Sekolah Beri Sanksi Skorsing 19 Hari
Lulu Adzizah F April 19, 2026 01:42 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

- Aksi tidak pantas yang dilakukan sembilan siswa terhadap seorang guru di SMAN 1 Purwakarta menuai perhatian serius.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah kegiatan belajar mengajar di kelas selesai dan kini telah ditangani oleh pihak sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Purwakarta, Ida Rosida, menyampaikan bahwa pihak sekolah langsung mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.

"Kasus ini sudah ditangani oleh sekolah dan sanksi kepada siswa sudah dilakukan sesuai dengan pedoman pendidikan karakter Pancawaluya nomor 15942/PK.08.05/GTK serta turunan tata tertib sekolah," ujar Ida saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan total ada sembilan siswa yang terlibat dalam aksi tersebut. Penanganan dan pemberian sanksi juga mengacu pada arahan dari Gubernur Jawa Barat.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku prihatin atas kejadian yang mencoreng dunia pendidikan tersebut.

Ia mengatakan telah menerima laporan kronologi dari Dinas Pendidikan.

"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Orang tua siswa juga sudah dipanggil ke sekolah dan mereka menyesali perbuatan anaknya," kata Dedi.

Meski sekolah sempat memberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari kepada para siswa, Dedi memberikan alternatif pendekatan hukuman yang lebih bersifat pembinaan karakter.

"Saya menyarankan agar tidak hanya skorsing, tetapi diberikan kegiatan yang membentuk karakter seperti membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, dan membersihkan toilet," ujarnya.

Ia menambahkan sanksi tersebut dapat diterapkan dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan, tergantung pada perkembangan perilaku siswa.

"Prinsip dasar setiap hukuman harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter. Bagaimanapun mereka adalah anak-anak yang masih perlu dibimbing oleh orang tua dan gurunya," ucapnya.

Viral Menghina Guru

Dalam rekaman yang dilihat Tribunjabar.id, para siswa terlihat mengejek seorang guru perempuan dengan gestur tidak sopan, seperti mengacungkan jari tengah dan menjulurkan lidah.

Perilaku tersebut dinilai mencederai nilai-nilai pendidikan serta etika yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan sekolah.

Tak butuh waktu lama, video itu menyebar cepat dan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, mulai dari Dewan Pendidikan, tenaga pendidik, alumni, hingga masyarakat di Kabupaten Purwakarta.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Agus Marzuki mengaku prihatin sekaligus kecewa atas insiden tersebut.

Ia menilai tindakan para pelajar itu bertolak belakang dengan semangat program pendidikan karakter yang tengah digalakkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yakni Gapura Panca Waluya.

 "Program ini menekankan pembentukan karakter siswa melalui lima nilai utama, yakni cageur (sehat jasmani dan rohani), bageur (berperilaku baik dan santun), bener (jujur dan berintegritas), pinter (cerdas dan kompeten), serta singer (cekatan dan kreatif)," ujar Agus saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Agus, jika benar pelaku merupakan siswa dari sekolah unggulan di Purwakarta, hal ini menjadi ironi tersendiri.

Ia menyayangkan munculnya perilaku tidak terpuji yang mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap guru.

"Terlepas dari alasan apapun, apalagi jika hanya dianggap sebagai ekspresi di dalam kelas, ketika sudah masuk ke ruang publik, tindakan itu menjadi tidak etis dan melanggar norma," ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan yang terlihat sepele dapat berdampak besar terhadap reputasi sekolah dan kepercayaan masyarakat.

"Hal kecil yang dianggap biasa bisa meninggalkan jejak yang dalam. Ini harus menjadi perhatian bersama," katanya.

Dewan Pendidikan berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh siswa agar lebih bijak dalam bersikap, terutama di era digital di mana informasi sangat cepat tersebar.

Agus juga mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan siswa untuk membangun hubungan yang saling menghormati.

"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Jadikan ini sebagai refleksi bersama agar dunia pendidikan kita tetap menjunjung tinggi nilai moral dan etika," ucapnya.(*)

 

#Jari Tengah # Tengah
#Minta #Purwakarta  #Guru #kapalinduknukliras #nasib9siswa #penghina #guru #smapurwakarta #viraldimediasosial 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.