TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Akhir pekan saatnya wujudkan manifestasi mu untuk punya badan bugar dan sehat, salah satunya dengan menekuni aktivitas fisik di pusat kebugaran atau dikenal dengan gymnasium (gym).
Namun, di tengah banjirnya tempat gym perkotaan dengan keunggulannya masing-masing, pengalaman dari Abdul Hakim ini (26) bisa menjadi relate atau rekomendasi bagi kamu yang akan memulai olahraga ini.
"Saya kira gym sudah seharusnya menjadi salah satu gaya hidup anak muda saat ini, bukan soal gaya-gayaan agar tak mati gaya tetapi ini soal kesehatan dan penampilan yang bugar," ujar Abdul Hakim kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Sabtu (18/4/2026).
Abdul Hakim yang telah menekuni gym sejak beberapa tahun belakangan ini, mempunyai cerita yang bisa saja relate atau nyambung dengan banyak orang.
Baca juga: Sensasi Berfoto dengan Hiu Paus di Laut Kota Fakfak Papua Barat, Cukup Bayar Rp100.000
"Saya dulunya juga masih canggung, karena pastinya kita ke tempat gym itu langsung lihat yang badannya udah gede, ototnya biasanya sudah terbentuk, namun kita masih pemula tetapi itu wajar," katanya.
Namun, dengan hadir di tempat gym itu sudah suatu langkah maju karena ingin berubah dan masuk pada pola gaya hidup atau life style yang lebih baik dari sebelumnya.
"Awalnya harus tanamkan niat sebagai pemula, paham akan proses dan tujuan, kalau tujuannya mau badan sehat dan bagus maka harus ada harga yang dibayar yakni proses dengan latihan," jelasnya.
Ia tak menampik biaya gym di perkotaan tentu cukup mahal bagi sebagian kalangan, namun Abdul Hakim punya tips yang bisa diikuti.
"Berdasarkan pengalaman atau experience yang saya punya, khususnya bagi mahasiswa di kos-kosan atau yang mungkin belum punya penghasilan ada baiknya mencoba gym rumahan dengan alat seadanya, tetapi kalau punya budget awal bisa coba cari tempat gym murah," jelasnya.
Baca juga: Musorma VI Ikatan Mahasiswa Supiori Digelar di Manokwari, Fokus Evaluasi dan Regenerasi Kepemimpinan
Lalu dikatakan Abdul Hakim, pastikan lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal atau kos sehingga transportasi juga jauh lebih hemat dan efisiensi waktu.
"Kalau sudah tetapkan pilihan mau gym rumahan atau di tempat gym yang murah, tinggal bagaimana menciptakan suasana aman dan kalau di tempat gym murah tinggal dilihat suasananya, tergantung selera mau yang full AC atau tidak," jelasnya.
Abdul Hakim menjelaskan, tempat gym harus nyaman bisa ada musiknya atau instruktur yang memberikan pengarahan di awal latihan jauh lebih bagus.
"Panduan gym untuk pemula berfokus pada full body workout 2 sampai 3 kali seminggu, mengutamakan teknik yang benar daripada beban berat," katanya.
Lanjut Abdul Hakim mengatakan, mulailah dengan pemanasan 5 sampai 10 menit dengan berfokus pada gerakan dasar (squat, push-up, row, pull-down) selama 30 hingga 45 menit, lalu lakukan pendinginan.
"Yang perlu diperhatikan bagi pemula sebetulnya iala konsistensi adalah kunci, bukan berat beban," tegasnya.
Ditanya soal alat atau bagian tubuh mana yang perlu dilatih terlebih dahulu, Abdul Hakim mengatakan sesuai pengalamannya mana saja bisa dilatih.
"Kalau mau mulai dari latihan kaki, maka bisa coba teknik Goblet Squat, Leg Press, atau Lunges," ucapnya.
Sementara untuk melatih Dada, bahu hingga trisep bisa mencoba Dumbbell Bench Press, Machine Chest Press, atau Push-up.
"Lalu bisa juga melatih punggung dan bisep dengan Lat Pulldown, Seated Cable Row, atau Dumbbell Row," sebutnya.
Baca juga: Bank Indonesia Persembahkan Gedung Modern untuk Papua Barat
Ia mengingat tips bagi pemula pilih beban yang ringan terlebih dahulu pada form (teknik) yang benar dulu.
"Jika bisa melakukan lebih dari 15 repetisi dengan mudah, baru tingkatkan beban sedikit demi sedikit," ucapnya.
Abdul Hakim menyampaikan, sebisa mungkin jangan latihan otot yang sama setiap hari agar otot memiliki waktu untuk pemulihan dan pertumbuhan.
Ia menyebutkan faktor konsisten itu hal yang mahal termasuk dalam Olahraga gym.
"Kalau bagi saya, mungkin bisa dicontoh yaitu setiap progres saya selalu foto untuk mengabadikan sehingga jika dilihat kembali maka sekecil apapun progres otot tubuh dapat terpantau, ini bisa jadi motivasi untuk gym setiap harinya," pungkasnya.
Abdul Hakim tak menampik, lingkungan gymnasium juga mempengaruhi motivasi untuk konsisten gym setiap harinya.
"Maka dari itu, carilah teman yang bisa saling memotivasi dan memberikan semangat, karena mempunyai kesamaan hobi," imbuhnya.
Lanjut Abdul Hakim, teman yang sama-sama berangkat dari awal mulai berproses jauh lebih baik tetapi apabila di pertengahan jalan berkenalan di tempat gym juga tak masalah.
"Paling terpenting ialah punya jiwa saling merangkul dan saling support satu sama lain untuk tujuan goals yang sama, sejalan dan selatan ini penting," tekannya.
Ia juga mengungkapkan jangan ragu bergaul dengan para senior yang bisa sharing atau membagikan banyak ilmu gym.
"Serta adik-adik pemula yang baru mulai gym juga kalau mereka bertanya yah jawab sesuai pengalaman, karena kita tak tahu prosesnya sampai di mana intinya relasi pertemanan itu penting untuk membangun ekosistem di tempat gym yang sehat," tutupnya.(*)