Cara Warga Cilacap Menyiasati Harga Dexlite Tembus Rp 23 Ribu, Bisa Lebih Hemat BBM
rival al manaf April 19, 2026 01:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi membuat aktivitas di SPBU wilayah Kroya, Kabupaten Cilacap, tampak lebih lengang dari biasanya.

Pantauan di lokasi menunjukkan jalur antrian pengisian berkurang, terutama di jalur pengisian BBM jenis Dexlite dan Pertamax Turbo.

Kondisi ini diduga kuat sebagai dampak dari kebijakan PT Pertamina (Persero) yang resmi menaikkan harga sejumlah BBM non subsidi sejak Sabtu (18/4/2026).

Berdasarkan data dari MyPertamina, harga Pertamax Turbo (RON 98) melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, sementara Dexlite naik drastis dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.

Tak hanya itu, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, membuat sebagian masyarakat mulai mengatur ulang pola konsumsi BBM mereka.

Di sisi lain, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp12.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Seorang warga, Wiguna, mengaku cukup terkejut dengan lonjakan harga Dexlite yang dinilai sangat tinggi dibanding sebelumnya.

“Cuma aku lihat kenaikannya gila-gilaan ya, Dexlite sekarang malah lebih mahal dari Pertamax,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menuturkan, selama ini tidak selalu menggunakan Dexlite karena terkadang juga mengisi Solar untuk menekan pengeluaran bulanan.

“Rata-rata per bulan ngisi Dexlite bisa 200 sampai 250 ribu kalau nggak lagi keluar kota,” jelasnya.

Menurutnya, rencana untuk menggunakan Dexlite secara penuh bulan ini terpaksa diurungkan setelah mendengar kabar kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Sebenernya bulan ini pengen full isi Dexlite, tapi karena naik dan lumayan tinggi, kayaknya tetap aku variasiin sama Solar,” tambah Wiguna.

Kenaikan harga ini tidak hanya memengaruhi daya beli masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas di SPBU.

Sejumlah warga pun memilih beralih ke BBM subsidi atau mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan demi menekan pengeluaran di tengah lonjakan harga energi. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.