SURYA.co.id | SURABAYA - Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur punya ketua baru. Henky Irawan menjadi sosok Ketua FPTE Jatim periode 2026-2030.
Henky Irawan yang merupakan pengusaha di Surabaya ini dipercaya memduduki kursi Ketua Pengprov FPTI Jatim empat tahun kedepan, menyusul hasil berdasarkan musyawarah provinsi (musprov) FPTI Jatim yang digelar di gedung KONI, Sabtu (18/4/2026).
Sebanyak 32 perwakilan Pengkab/Pengkot FPTI se-Jatim secara bulat sepakat memberi kepercayaan kepada Henky Irawan menjadi Ketua FPTI periode 2026-2030.
Sosok Hengky Irawan dipilih Pengkab/Pengkot FPTI se-Jatim guna menganti posisi Dhanu Iswara yang sudah habis masa periode sebagai ketua.
Setelah terpilih secara aklamasi dalam Musprof FPTI Jatim, Henky membeber lima program prioritas yang bakal dijalankan di FPTI Jati untuk empat tahun kedepan.
Lima profram prioritas yang disiapkan Hengky Irawan, yakni pembinaan atlet berjenjang, kompetisi rutin dan masif, penguatan organisasi dari pengkot-pngkab, profesionalisasi pelatih dan tata kelola organisasi yang modern.
Program kedua lebih ia tekankan sebagai sarana melahirkan juara melalui kompetisi
“Ini komitmen saya. Kedepan akan ada kompetisi tingkat provinsi setiap tiga bulan sekali dan kejuaraan open nasional KU setiap tahun,” sebut Hengky Irawan.
Henky juga memastikan, dirinya akan melanjutkan cita-cita pengurus sebelumnya untuk menjadikan FPTI Jawa Timur sebagai pusat pembinaan panjat tebing nasional. Bahkan ia berusaha menjadikan atlet FPTI Jatim mampu meraih prestasi di level internasional.
“Visi ini bukan sekadar kalimat, tetapi arah besar yang harus dicapai bersama. Itu sebabnya, kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pengkot-pengkab,” terang Henky yang merupakan pria kelahiran Surabaya ini.
Dua atlet Jatim lolos Asian Games 2026
Sekjen PP FPTI, Pristiaan Buntoro yang hadir melalui zoom Musprov FPTI Jatim mengatakan, apa yang dilakukan FPTI Jatim sudah tepat. Dasarnya adalah banyaknya atlet prestasi yang telah dilahirkan baik di level nasional hingga internasional.
“Parameternya adalah sepuluh atlet pelatnas lolos Asian Games 2026. Dua di antaranya dari Jatim,” sebut Pristiawan Buntoro.
Kedua atlet asal Jatim yang lolos Asian Games 2026 adalah Alma Ariella Tsany dan Putra Tri Ramadhani. Kecuali itu, pelatih asal Jatim, Galar Pandu Asromo juga dipanggil ikut pelatnas program Asian Games 2026.
Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil menuturkan prestasi FPTI Jatim memiliki modal kuat.
“Di mata saya, modal paling kuat adalah soliditas dan keguyuban antar-pengurus, serta membangun kesederhanaan. Sepertinya kecil, ternyata kuat untuk membangun prestasi,” terang Nabil.
Hasil yang dibangun ini terlihat dari setiap PON. Sejak PON XV/2000 di Jawa Timur hingga PON XX1/2024 di Aceh-Sumatra Utara tidak pernah kehilangan medali emas. Bahkan dalam dua edisi PON terakhir, di Papua 2021 dan Aceh-Sumut 2024, FPTI Jatim keluar sebagai juara umum. Prestasi ini mengulang catatan tahun 2008 di Kalimtan Timur.
Kabid Olahraga Prestasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Abdul Wahab juga memberi apresiasi atas pembinaan dan prestasi FPTI Jatim. Ia menilai, apa yang dibangun pengurus sebelumnya sudah terbukti di level nasional hingga internasional.
“Apa yang disampaikan pak Sekjen PP FPTI benar. Jatim telah menjadi role model pembinaan nasional. Di ajang Popnas, PON, bahkan SEA Games sudah terbukti. Mudah-mudahan di Asian Games di Jepang, inshaallah atlet panjat tebing bisa berprestasi,” ucap Wahab.