Sejumlah Hotspot Mulai Terdeteksi di Wilayah Kalsel, Kepala BMKG Stamet: Tak Selalu Karhutla
Ratino Taufik April 19, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Jelang memasuki musim kemarau, sejumlah titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Syamsudin Noor merilis laporan terbaru mengenai pantauan titik panas di wilayah Kalsel.

Berdasarkan hasil deteksi satelit yang di update tanggal 18 April 2026, terpantau sebanyak 27 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten berbeda dengan tingkat kepercayaan rata-rata sedang atau berwarna kuning.

Dari data yang dirilis, Kabupaten Tapin mencatatkan jumlah titik panas tertinggi dengan total 15 titik. Wilayah Lokpaikat menjadi area yang paling banyak menunjukkan titik panas. 

Baca juga: Teriakan Minta Tolong Ibu Korban, Warnai Detik-Detik Remaja Jatuh ke Sungai Martapura Banjarmasin

Selain Tapin, wilayah lain seperti Hulu Sungai Selatan, Tabalong, dan Balangan juga terdeteksi adanya titik panas. 

Tabalong 3 titik, Kotabaru 1, Hulu Sungai Selatan 4, Baritokuala 1, Banjar 1, dan Kabupaten Balangan 2 titik hotspot.

Kepala Stasiun Meteorologi, Ota Welly Jenni Talo, mengatakan hotspot yang terdeteksi tidak selalu merupakan karhutla, namun bisa juga berasal dari aktivitas lain seperti area tambang.

“Iya sudah mulai terdeteksi (hotspot), tapi mungkin juga ada area tambang,” katanya kepada Bpost.

Ota menyebut monitoring hotpsot  ini terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini guna mencegah terjadinya karhutla yang lebih luas di wilayah  Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.