Andrew Jung Pulih, Matricardi Absen: Persib Siap Curi Poin di Kandang Dewa Meski Tanpa Penonton
Muhamad Syarif Abdussalam April 19, 2026 06:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pertandingan antara Persib Bandung melawan Dewa United di ajang Super League Indonesia musim 2025/2026 diprediksi berlangsung penuh tensi, meskipun digelar tanpa kehadiran penonton.

Laga yang akan berlangsung di Banten International Stadium pada Senin (20/4/2026) itu tetap menyimpan potensi duel sengit.

Kedua tim datang dengan dorongan kuat untuk meraih hasil maksimal. Persib mengincar poin penuh demi menjaga peluang besar mereka kembali menjadi juara musim ini.

Situasi klasemen sementara membuat tekanan semakin terasa. Persib kini masih bertengger di puncak dengan koleksi 64 poin, namun jarak dengan pesaing terdekat sangat tipis.

Borneo FC yang menempati posisi kedua hanya tertinggal satu angka dengan 63 poin. Sementara itu, Persija Jakarta berada di peringkat ketiga dengan raihan 58 poin. Kemenangan akan membuat Persib menjauh dari tekanan dua rival terdekatnya.

Namun, misi membawa pulang tiga poin dari laga tandang tidak akan mudah. Dewa United juga memiliki target penting untuk memperbaiki posisi mereka yang saat ini berada di urutan kedelapan dengan 40 poin.

Tim tuan rumah berambisi menyalip Persita Tangerang di posisi ketujuh dengan 41 poin serta Persebaya yang menempati peringkat keenam dengan 42 poin.

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
PERSIB
27
27
27
27
48
16
32
64
2
35
Borneo FC
28
28
28
28
58
28
30
63
3
35
Persija
28
28
28
28
51
25
26
58
4
35
Bhayangkara FC 
28
28
28
28
38
32
6
47
5
35
Malut United
27
27
27
27
53
35
18
46
6
35
Persebaya
28
28
28
28
39
35
4
42
7
35
Persita
28
28
28
28
35
27
8
41
8
35
Dewa United
27
27
27
27
33
32
1
40
9
35
Arema FC
28
28
28
28
40
37
3
38
10
35
PSIM Yogyakarta 
28
28
28
28
37
37
0
38
11
35
Bali United
27
27
27
27
43
41
2
36
12
35
Persik
28
28
28
28
34
47
-13
33
13
35
PSM Makassar
28
28
28
28
33
38
-5
28
14
35
Madura United
28
28
28
28
29
47
-18
26
15
35
Persijap 
27
27
27
27
24
42
-18
25
16
35
PERSIS
28
28
28
28
31
48
-17
24
17
35
Semen Padang
27
27
27
27
22
45
-23
20
18
35
PSBS Biak
28
28
28
28
29
65
-36
18
Lihat selengkapnya →

Motivasi besar dari kedua kubu membuka peluang terjadinya duel yang intens. Dengan komposisi pemain yang dimiliki masing-masing tim, peluang meraih kemenangan terbuka lebar.

Persib dikenal sebagai tim dengan materi pemain bintang dan lini pertahanan yang solid. Sementara Dewa United tampil dengan pendekatan kolektif, mengandalkan penguasaan bola di sektor tengah.

Pertemuan gaya bermain yang berbeda ini diperkirakan akan menghadirkan tontonan menarik sepanjang laga.

Dalam pertandingan nanti, Persib dipastikan kehilangan salah satu bek andalannya, Patricio Matricardi. Ia harus absen akibat kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Bali United.

Kondisi ini membuat Federico Barba berpeluang besar berpasangan dengan Julio Cesar untuk mengisi posisi bek tengah.

Di sektor depan, Persib justru mendapat tambahan kekuatan. Andrew Jung yang sebelumnya menepi karena cedera kini telah pulih dan siap kembali merumput.

Kehadiran striker asal Prancis tersebut menjadi opsi tambahan dalam upaya membongkar pertahanan Dewa United.

Jika menilik catatan pertemuan kedua tim sebelumnya, hasilnya cukup berimbang. Pada putaran pertama musim ini, Persib sukses menang 1-0 saat bermain di kandang.

Pada musim lalu, Persib mengalami kekalahan 0-2 saat bermain di kandang, lalu bermain imbang 2-2 di laga tandang. Sementara di musim sebelumnya, hasil imbang 2-2 terjadi di kandang dan kemenangan 1-5 diraih saat tandang.

Meski demikian, hasil-hasil tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Perubahan komposisi pemain dan peningkatan chemistry tim di putaran kedua membuat situasi kini berbeda.

Aksi penyerang Persib Bandung Sergio Castel melawan Bali United yang belum bisa mencetak gol sejak di datangkan tengah musim Super League 2025-2026. (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)
Aksi penyerang Persib Bandung Sergio Castel melawan Bali United yang belum bisa mencetak gol sejak di datangkan tengah musim Super League 2025-2026. (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM) (Kompas.com)

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyebut timnya memiliki waktu persiapan selama satu pekan untuk menghadapi laga ini.

"Kabar baiknya adalah semua pemain dalam kondisi fit, kecuali Pato (Patricio Matricardi) yang terkena kartu merah," ujar Bojan, menjelang laga, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan bahwa seluruh pemain menjalani latihan dengan atmosfer positif dan siap menghadapi tantangan.

"Dewa adalah tim yang bagus, mereka sedang dalam performa yang bagus, mereka punya banyak pemain berkualitas. Bagi saya, mereka adalah salah satu tim terbaik di liga," kata Bojan.

Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui alasan posisi Dewa United belum lebih tinggi di klasemen.

"Saya memperkirakan pertandingan ini akan sulit, tapi pada akhirnya, saya berharap kami akan pulang dengan hasil positif," ujar dia.

Bojan juga menegaskan bahwa timnya tidak bisa hanya fokus pada satu pemain lawan.

"Itulah alasan mengapa sebagai tim, kami harus sangat kompak, kami harus waspada selama 90 menit. Tetapi mereka juga perlu memikirkan pemain-pemain kami, saya yakin ini akan jadi pertandingan yang sangat menarik," tuturnya.

Terkait peluang juara, ia menilai hasil pertandingan ini belum menentukan segalanya.

"Karena apakah kami menang, kalah, atau imbang, tidak masalah. Masih ada enam pertandingan lagi. Jadi, Borneo dan Persija juga sangat dekat. Seperti yang saya katakan, pada akhirnya segalanya bisa ditentukan di hari terakhir liga. Jadi kami hanya perlu fokus menjalani pertandingan demi pertandingan," ujar Bojan.

FOTO BERSAMA - Seusai laga Persib Bandung vs Bali United Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (12/4/2026). (Instagram @ramon_tanque98)
FOTO BERSAMA - Seusai laga Persib Bandung vs Bali United Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (12/4/2026). (Instagram @ramon_tanque98) (Istimewa)

Persib tetap berada di puncak meski kalah nanti, namun selisih poin dengan Borneo akan semakin tipis. Sebaliknya, kemenangan akan memperlebar jarak menjadi empat angka.

Menanggapi kemenangan yang diraih pesaingnya, Bojan menilai tekanan justru lebih besar ada pada tim yang mengejar.

"Justru mereka yang memiliki tekanan lebih besar setiap minggunya, untuk mengejar kami daripada tekanan untuk kami. Bagi kami, seperti yang sudah saya katakan, pertandingan ini tidak akan menentukan segalanya, jadi saya tidak merasa kami benar-benar tertekan. Kami hanya perlu turun ke lapangan dan berusaha memberikan yang terbaik," kata Bojan.

Ia juga mengakui musim ini menjadi yang paling kompetitif dibanding dua musim sebelumnya.

"Tetapi ini lebih menarik bagi para penggemar karena sampai mungkin dua pertandingan lalu, ada empat tim yang memperebutkan gelar juara. Sekarang hanya ada tiga tim dan siapa pun bisa menjadi juara," katanya.

Menurutnya, posisi di puncak memberi sedikit keuntungan, namun peluang tetap terbuka hingga laga terakhir.

"Pasti liga ini akan menarik bagi para penggemar dan ini juga bagus untuk publik, media, pemasaran, bagi semua orang," ucapnya.

Di sisi lain, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menilai Persib sebagai salah satu pesaing kuat dalam perebutan gelar.

"Mereka belum kalah dalam 14 pertandingan terakhir di kompetisi, mereka kalah hanya di AFC Champions League Two. Mereka tidak kalah selama 14 kali terakhir (di Super League), jadi saya pikir itu tantangan yang bagus untuk kami," kata Jan Olde.

Duel antara pemain Persib Bandung Eliano Reijnders dan bek Dewa United Jonathan Carlos Pereira memperebutkan bola dalam laga pekan ke-13 Super League 2025-2026, Jumat (21/11/2025) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)
Duel antara pemain Persib Bandung Eliano Reijnders dan bek Dewa United Jonathan Carlos Pereira memperebutkan bola dalam laga pekan ke-13 Super League 2025-2026, Jumat (21/11/2025) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM) (Kompas.com)

Ia menjelaskan bahwa timnya masih dalam tahap pembangunan sebagai klub muda.

"Saya sangat senang dengan penonton kami, juga pertandingan terakhir saya pikir jumlahnya semakin banyak, meski belum memenuhi stadion. Itulah mengapa kami disebut klub muda, kami sedang membangun," kata dia.

Jan Olde juga menyoroti perbedaan performa kandang dan tandang Persib.

"Mereka memainkan 14 laga kandang dan memenangkan semuanya, tapi dari 13 laga tandang, mereka hanya menang enam kali, empat seri, dan tiga kalah. Jadi itu perbedaan besar. Bagi mereka, bermain di kandang adalah keuntungan," ujar dia.

Ia menggambarkan gaya bermain kedua tim yang kontras.

"Sedangkan kami lebih kepada tim dengan filosofi gaya bermain kolektif, lewat lini tengah dan mencoba menciptakan peluang," tuturnya.

Performa Dewa United juga disebut terus meningkat.

"Tujuh laga terakhir, lima menang, satu seri, satu kalah, suasana tim sedang bagus, jadi kami siap untuk pertandingan. Kami akan mencoba untuk menang," ujar Jan Olde.

Ia menilai timnya mampu bersaing dengan tim papan atas.

"Kami tahu lawan Borneo kami menang, jadi dengan semua tim papan atas, kami memberikan hasil. Saya rasa itu pesan terbesar dari pertandingan, mereka pertama, kami kedelapan, tapi melawan semua tim di atas kami, kami punya hasil bagus. Jadi kami siap untuk pertandingan tersebut," katanya.

Kedua tim sama-sama datang dengan tren positif. Persib sebelumnya menang 3-2 meski bermain dengan 10 pemain, sementara Dewa United sukses mengalahkan Malut United 2-1.

Terkait laga tanpa penonton, Jan Olde menegaskan itu bukan keputusan yang berada di tangannya.

"Pasti ada alasan yang sangat kuat, bukan karena orang-orang tidak mau ada penonton, tapi saya rasa memang sulit untuk membuat pilihan itu saat ini. Jadi pasti ada alasan bagus, bukan kapasitas saya untuk menghakimi, kita harus menerimanya," tuturnya.

Ia mengibaratkan pemain sepak bola seperti aktor yang tampil di panggung besar.

"Sekarang ada pilihan lain (tanpa penonton). Ini bukan keinginan saya, saya suka laga dengan stadion penuh dan tekanan, itu laga terbaik. Tapi pasti ada alasan bagus di balik keputusan ini, jadi kami harus terima," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.