Nus Kei Dibunuh di Bandara, Golkar Maluku Mengecam namun Imbau Kader Tak Terprovokasi
Feryanto Hadi April 19, 2026 08:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM- Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei tewas setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal di area Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4/2026).

Peristiwa terjadi saat Nus Kei baru tiba menggunakan pesawat dari Ambon dan sedang menuju pintu keluar bandara untuk bertemu keluarganya. Tiba-tiba seorang pria bermasker dan mengenakan jaket merah mendekat lalu melakukan penyerangan dengan senjata tajam.

Korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada, leher, dan punggung. Meski sempat mendapat pertolongan petugas bandara dan dilarikan ke rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat.

Pihak kepolisian bergerak cepat dan menangkap dua orang terduga pelaku.

 Motif penyerangan masih dalam proses penyelidikan, sementara aparat mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing aksi balasan.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei ditikam orang tak dikenal (OTK) setiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026).

Korban kemudian menghembuskan nafas terkahir saat tindakan medis di rumah sakit (RS) Karel sadsuitubun langgur sekira pukul 11.44 WIT.

 Diketahui, kedatangan Nus Kei Maluku Tenggara untuk mengikuti musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara, Rabu (22/4/2026) mendatang.

Menyikapi insiden itu, DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku menyampaikan keprihatinan serta duka mendalam.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi TribunAmbon.com, Golkar Maluku mengecam tindakan pidana itu.

Baca juga: Sepulang dari Jakarta, Tokoh Maluku Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Dua Pelaku Ditangkap

Mereka menilai, apa yang menimpa kader Golkar itu tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan kondusivitas daerah,
khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara.

Untuk itu, diimbau kepada seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi tetap
aman serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

 Juga meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional.

"Mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tulis siaran pers yang ditandatangi Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar Lessy dan sekretaris, Anos Yermias

Kronologi penusukan

Peristiwa terjadi saat Nus Kei baru tiba menggunakan pesawat dari Ambon dan sedang menuju pintu keluar bandara untuk bertemu keluarganya.

 Tiba-tiba seorang pria bermasker dan mengenakan jaket merah mendekat lalu melakukan penyerangan dengan senjata tajam.

Korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada, leher, dan punggung.

Meski sempat mendapat pertolongan petugas bandara dan dilarikan ke rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat.

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

Dia mengungkapkan Nus Kei sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sebelum dinyatakan meninggal dunia.

 Dave mengatakan korban menderita empat luka tusuk akibat penikaman oleh OTK tersebut.

Baca juga: Awal Mula Fans Fanatik dan Buzzer Jokowi Dijuluki Termul, Dipopulerkan Pertama Kali oleh dr Tifa

"Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," katanya kepada Tribunnews.com.

Dave mengungkapkan detik-detik penikaman terhadap Nus Kei berawal ketika korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku sekira pukul 10.45 WIT.

Nus sebelumnya baru pulang dari Jakarta.

"Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT880 (yang ditumpangi Nus Kei) landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," ujarnya.

Lalu, Nus Kei langsung berjalan menuju ke pintu keluar bandara untuk menemui keluarga besarnya yang telah menjemput.

 Setelah itu, tiba-tiba korban didatangi oleh seorang pria dengan ciri-ciri memakai jaket merah serta masker dan langsung melakukan penikaman.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," kata Dave.

Melihat peristiwa tersebut, kakak korban, Antonius Rumatora, langsung membanting pelaku.

Namun pelaku melakukan perlawanan dan berujung melarikan diri.

Di momen tersebut, Dave menuturkan Nus Kei sempat memperoleh pertolongan dari petugas bandara.

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," bebernya.

Selanjutnya, Nus Kei langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat di organ vital imbas penikaman yang dialami.

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujar Dave.

Baca juga: Bentrok dengan Kelompok John Kei dan Tewaskan Gaspar di Bekasi, Nus Kei Terlibat? Ini Jawaban Polisi

2 Pelaku Ditangkap

Pasca kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku penikaman terhadap Nus Kei.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengatakan pelaku ditangkap tak lama setelah peristiwa tersebut terjadi.

Adapun total pelaku berjumlah dua orang berinisial HR (28) dan FU (36).

Namun, terkait motif, Rositah mengatakan bahwa hal tersebut masih didalami oleh penyidik.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rosita mengatakan pimpinan Polda Maluku sudah memerintahkan agar kasus tersebut ditangani secara profesional transparan, dan tuntas.  

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.