Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara bakal mengganti kendaraan dinasnya akibat terkena dampak kenaikan BBM non subsidi.
Saat ini perubahan harga BBM jenis Pertamax Turbo sekitar Rp19.400, ada kenaikan sebesar Rp6.300, untuk Dexlite berkisar Rp23.600, naik Rp9.400, Pertamina Dex melonjak menjadi Rp23.900, ada kenaikan Rp9.400.
Adapun BBM lain yang tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertamax Green Rp12.900, Pertamax Rp12.300, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Subsidi Rp6.800.
Adapun peralihan kendaraan ini ini diambil untuk menekan ketergantungan pada BBM konvensional yang harganya terus merangkak naik.
"Saya sih secara umum belum tahu harus seperti apa, cuma saya secara pribadi sudah menyampaikan ke bagian umum, bahwa kedepan saya pake mobil Toyota Innova Zenix itu lebih irit karena tidak ada kenaikan," ungkap Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara ditemui usai menghadiri kegiatan halal bihalal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tasikmalaya, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: BPBD Kota Tasikmalaya Prediksi Dampak Fenomena El Nino Terjadi Bulan Mei 2026
Baca juga: Ini Bahayanya Jika Mobil Diesel Modern Turun Tahta Pakai Bio Solar Subsidi
Baca juga: Pengguna Pertamina Dex di Pangandaran Kaget dengan Adanya Lonjakan Harga
Saat ini Diky menggunakan kendaraan dinas jenis Pajero warna hitam dengan bahan bakar bensin (BBM) jenis Pertamina Dex.
"Kalau pake Pajero yang sekarang untuk sehari-hari, kemungkinan akan membengkak dan tentunya harus ada tambahan BBM dan itu tidak mungkin nambah anggaran," jelasnya.
Alternatifnya ia akan menggunakan kendaraan lain dengan jenis BBM yang tidak mengalami kenaikan cukup signifikan.
"Sehingga kemarin saya usulkan supaya yang pertana Mobil Pajero di istirahatkan Pajero atau dilelang dan saya pake mobil yang ada aja," ungkapnya.
Alasan ini karena kondisi sekarang ditengah efisiensi dan tentunya perlu mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu urgent.
Baca juga: Dilema Pengguna Diesel Non Subsidi, Turun Tahta Injeksi Terancam-Isi Full Tanki Tembus Rp 2 Juta
Baca juga: Pengguna Diesel Non Subsidi Melamun dan Menangis, Ramai Jagat Maya Bikin Video POV Kenaikan BBM
"Usulan tersebut dari sisi pribadi saya, yang lainnya kebijakannya belum tahu seperti apa. Tetapi mungkin kurang lebih hampir mirip kita coba menyesuaikan saja dengan kondisi sekarang," kata Diky.
Dirinya juga mencontohkan tidak semua pejabat pola hidupnya harus keren dan serba lengkap, tapi harus berpikir juga dan prihatin kondisi di daerah.
"Jangan pernah berpikir lagi pola hidup dimana pejabat teh kudu keren, dimana pejabat kudu kitu, kita tidak seperti itu dengan kondisi sekarang yuk menyesuaikan diri dengan kondisi bahwa pejabat pun sama manusia," tegasnya.
Diky berharap dengan cara ini bisa mengurangi anggaran supaya tidak membengkak ditengah efisiensi sekarang.
"Mudah-mudahan dengan cara seperti ini kita bukan sekadar simpati tapi empati dimana masyarakat pun juga sama-sama melakukan efisiensi untuk hal tertentu, jadi bisa lebih bijak lagi menggunakan anggaran yang ada termasuk di kota Tasikmalaya," katanya.(*)