Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, MBAY – Kepolisian Sektor (Polsek) Mauponggo, Polres Nagekeo menduga penyebab sementara kebakaran hebat yang terjadi di Kolinggi, RT 005, Dusun III, Desa Udiworowatu, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 20.30 WITA berasal dari lilin.
Lilin tersebut digunakan korban bersama sang istri untuk beroda setelah selesai makan malam.
"Kami belum memastikan penyebab pasti penyebab kebakaran, cuma diperkirakan dari api lilin berdoa," kata Kapolsek Mauponggo, Iptu Iptu Dewa Putu Suariawan, Minggu (19/4/2026).
Kronologis Kejadian
Istri korban, Helena Bedha (76), mengungkapan kronologi kejadian nahas yang terjadi di rumah mereka pada malam hari tersebut.
Baca juga: Pasca Kebakaran Hebat di Udiworowatu, Nagekeo, Camat Servas Himbau Warga Selalu Waspada
Menurut penuturan Helena, saat kejadian ia dan suaminya sedang berada di rumah mereka yang terbuat dari dinding bambu (naja).
Malam itu, suasana rumah dalam keadaan sunyi karena mereka hanya tinggal berdua.
"Semua pintu depan dan samping telah dikunci dari dalam, sementara pintu belakang hanya ditutup tanpa dikunci," ujar Helena.
Keduanya sempat makan malam bersama di dapur yang terletak di bagian belakang rumah utama.
Setelah selesai makan, sang suami masuk ke kamar di rumah utama untuk beristirahat, sementara istrinya masih berada di dapur untuk membereskan peralatan makan.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, sang istri sempat menuju kamar mandi.
Namun, ketika keluar dari kamar mandi dan menoleh ke arah rumah utama, ia terkejut melihat kobaran api sudah muncul dari dalam rumah.
“Saya langsung berlari masuk ke rumah utama dan menuju kamar untuk membangunkan suami,” ungkapnya.
Saat itu, korban sempat terbangun dan berlari menuju ruang tengah.
Namun, di tengah situasi panik, korban kembali ke kamar dengan maksud menyelamatkan barang-barang berharga.
Melihat kobaran api yang semakin membesar, sang istri memilih menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah menuju dapur sambil berteriak meminta pertolongan.
Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar.
Dua tetangga, Yustinus Rangga dan Basilius Da Silva, segera datang dan mengevakuasi sang istri menjauh dari kobaran api yang terus membesar.
Warga lainnya pun berdatangan untuk membantu memadamkan api.
Namun, karena api sudah terlanjur membesar dan cepat melahap bangunan yang berbahan bambu, upaya pemadaman tidak membuahkan hasil.
Akibatnya, korban yang masih berada di dalam rumah tidak sempat diselamatkan dan meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut. (Bet)