Polisi mengungkap lima orang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh guru ngaji di Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor. Kelima orang tersebut merupakan laki-laki.
"Sementara ini yang sudah dilakukan pemeriksaan ada 5 orang (korban). Sejauh ini laki-laki semua yang sudah diperiksa," kata Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Slifi Adi Putri saat ditanya jumlah korban dugaan pelecehan seksual oleh guru ngaji, Minggu (19/4/2026).
Silfi menyebut pihaknya masih mendalami keterangan dari para korban. Selanjutnya, hasil visum dan petunjuk psikolog akan dijadikan rujukan untuk memanggil terlapor untuk diperiksa.
"Untuk terlapor belum (diperiksa), karena penyidik akan merujuk visum dan psikolog dulu kepada para korban," kata Silfi.
Diketahui video viral di media sosial rumah guru ngaji didatangi warga karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya di Puncak, Bogor. Keluarga korban lapor polisi.
Kapolsek Megamendung Iptu Desi Triana membenarkan peristiwa dalam video viral tersebut. Menurut dia, kasusnya kini ditangani Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.
"Kejadiannya betul, terungkapnya dua hari lalu. Pastinya tindakan awal Polsek Megamendung datang ke lokasi, setelah itu kita koordinasi dan komunikasi dengan satuan fungsi PPA, dan pagi tadi kita serahkan, arahkan ke PPA Polres Bogor," kata Desi dimintai konfirmasi, Jumat (17/4).
Desi menyebutkan rumah yang didatangi warga merupakan rumah seorang guru ngaji atau dikenal dengan panggilan ustaz. Terduga pelaku disebut sesekali mengajar mengaji anak-anak di sekitar rumahnya.
"Betul, (yang digeruduk warga) itu rumah terduga pelaku, baru diduga ya. Jadi guru ngajinya juga kadang-kadang aja, cuma dia sering kenalnya, dipanggilnya ustaz," kata Desi.





