TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komitmen Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir menunjukkan hasil nyata.
Melalui program budidaya kerang mutiara di Desa Kamama Mekar, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, warga kini tak lagi bergantung pada bantuan.
Kabar baik itu datang dari kelompok petani binaan yang menuntaskan panen siklus pertama.
Mereka melanjutkan penyuntikan implan siklus kedua secara mandiri, menggunakan modal dari hasil panen sebelumnya.
Field Fasilitator LAZ Hadji Kalla di Desa Kamama Mekar, Andi Aria mengatakan pada siklus pertama sebanyak 3.000 ekor kerang mutiara jenis mabe (setengah bulat) dibudidayakan.
Hasilnya, 1.683 ekor dipanen, terdiri atas 500 ekor Grade A dengan harga jual Rp15 ribu per ekor dan 1.100 ekor Grade B Rp10 ribu per ekor.
Meski 83 ekor mati akibat serangan ikan pari dan kondisi bibit yang tua, total pendapatan kotor tetap signifikan.
Dari seluruh panen, kelompok petani mencatat pendapatan kotor Rp42,1 juta.
Baca juga: CSR Bumi Karsa dan LAZ Hadji Kalla, 207 Siswa SD di Gowa Sulsel Dapat Paket Pendidikan
Setelah dikurangi modal bantuan awal Rp25 juta, mereka mengantongi keuntungan bersih Rp17,17 juta.
"Alhamdulillah, saat ini masyarakat sudah masuk tahap penyuntikan implan siklus kedua 4.500 ekor, dan seluruh prosesnya dilakukan mandiri menggunakan modal dari hasil keuntungan panen sebelumnya dari LAZ Hadji Kalla," kata Aria, Minggu (19/4/2026).
Bupati Buton Tengah, Azhari mengatakan program tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membangun keterampilan dan semangat kemandirian warga pesisir.
"Kami berharap budidaya kerang mutiara ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu potensi ekonomi unggulan Buton Tengah," katanya.
Petani kerang, Ramuli mengaku lebih percaya diri menjalankan usaha. Dari yang awalnya bergantung pada pendampingan, kini mereka sudah memahami seluruh proses budidaya hingga panen.
Program Manager Community and Development LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin mengatakan capaian ini merupakan indikator keberhasilan program pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kapabilitas dan kemandirian kelompok binaan LAZ Hadji Kalla.
Keberhasilan siklus pertama hingga berlanjut pada siklus kedua menunjukkan model pendampingan berbasis kapasitas dan penguatan kelembagaan masyarakat berjalan efektif.(*)