Harga BBM di Kalimantan Selatan Naik Drastis, Intip Tips Berhemat dari Pembalap Rifat Sungkar
M.Risman Noor April 20, 2026 06:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Selatan mengalami kenaikan cukup drastis per hari ini, Sabtu (18/4/2026).

Penyesuaian harga ini berlaku setelah pada awal bulan April Pertamina memilih untuk tidak melakukan kenaikan harga.

Sementara, krisis energi global sedang terjadi akibat penutupan Selat Hormuz imbas konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Kenaikan harga BBM pada kali ini terpantau cukup tajam di beberapa jenis. 

Baca juga: Lowongan Kerja SPX Express di Wilayah Banjarmasin, Pendapatan Menjanjikan

Baca juga: Nasib Istri Camat Saat Mobil Dinasnya Terguling di Batutungku Tanahlaut, Dievakuasi ke Rumah Sakit

Di Kalsel, hanya Pertalite, Biosolar, Pertamax dan Partamax Green yang tak mengalami perubahan harga.

Sementara, harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.650 menjadi Rp20.250.

Kemudian, Pertamax Dex dari Rp15.100 melonjak menjadi Rp24.950.

Dexlite juga melonjak tajam dari Rp14.800 menjadi Rp24.650.

Adapun, hanya dua harga BBM nonsubsidi yang tidak mengalami kenaikan, yakni Pertamax tetap Rp12.300 dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.

Dikutip melalui tribunnews.com, Minggu (19/4/2026) pembalap Rifat Sungkar, strategi menghemat BBM di kendaraan bukan hanya soal jenis kendaraan saja, melainkan juga bagaimana cara merawat mesin dan gaya berkendara.

Rifat membagikan beberapa kiat sederhana menghemat BBM di kendaraan yang kunci utama efisiensi ada pada dua hal, yakni kondisi kendaraan dan perilaku berkendara seperti disampaikan dalam wawancara dengan media di Jakarta, Rabu, 1 April 2026:

Pastikan Kinerja Mesin Optimal

Rifat mengatakan, performa mesin itu sangat menentukan bagaimana konsumsi BBM, apakah boros atau tidak. Menurut dia, mesin yang sehat akan bekerja lebih efisien dibandingkan mesin yang sudah tidak optimal.

“Paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” kata Rifat.

Untuk menjaga performa mobil, Rifat menyarankan pengendara agar menggunakan pelumas yang tepat, melakukan servis injektor secara berkala, memastikan fuel filter dalam kondisi bersih dan menjaga sistem pengapian, termasuk busi.

“Mobil modern itu walau sudah canggih tetap membutuhkan perawatan agar tetap berada di titik optimal,” ujarnya Rifat yang pernah meraih 8 kali juara rally nasional ini.

Hindari Gaya Berkendara Agresif

Selain kondisi mesin, faktor terbesar kedua adalah perilaku pengemudi. Rifat menilai gaya berkendara agresif menjadi penyebab utama konsumsi BBM menjadi boros.

“Kalau nyetirnya nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros,” kata dia.

Ia sangat menganjurkan agar konsumsi BBM bisa lebih efisien dan hemat maka gaya berkendara secara halus dan mengalir (flowing) saat menginjak pedal gas menjadi sangat diperlukan.

Dia juga menyarankan agar tetap menjaga jarak aman berkendara saat mengemudi.

"Hindari gaya berkendara stop-and-go yang terlalu sering. Itu semua dapat membantu kita menghemat BBM secara signifikan,” saran Rifat.

Baca juga: Bank Sampah Banjarmasin Serukan Warga Pilah Sampah Sebelum Dibuang, Aki Motor Dihargai Rp 50 Ribu

Jaga RPM Tetap Rendah

Menjaga putaran mesin (RPM) tetap rendah namun dengan kecepatan secara optimal juga sangat membantu menghemat konsumsi BBM di kendaraan.

Dia mengatakan semakin tinggi tenaga, maka semakin besar energi yang digunakan. “Prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin di RPM serendah mungkin,” kata Rifat.

Untuk jenis mobil bertransmisi otomatis, Rifat mengatakan sistem gearbox umumnya sudah dirancang untuk mencari titik efisiensi terbaik. Sehingga konsumsi BBM sudah dirancang lebih stabil.

Rifat juga mengingatkan jika mobil memiliki mode berkendara ‘eco’ bisa dicoba untuk digunakan.

Gunakan Gigi Manual Secara Tepat

Untuk kendaraan dengan transmisi manual, Rifat masih memegang prinsip yang sama yaitu gunakan gigi setinggi mungkin dengan RPM serendah mungkin.

Menurut dia, kebiasaan menahan gigi di posisi rendah dengan RPM tinggi justru membuat konsumsi BBM lebih boros. “Kalau mau efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Harus ada penyesuaian,” kata Rifat.

Ubah Mindset Berkendara

Lebih dari sekadar teknik, Rifat menekankan pentingnya perubahan pola pikir saat berkendara. Efisiensi energi dimaknai Rifat adalah mengorbankan sedikit tenaga demi konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.

Dengan kombinasi perawatan kendaraan yang tepat dan gaya berkendara yang lebih bijak, efisiensi bahan bakar bukan hal yang sulit dicapai.

Di tengah kondisi energi saat ini, langkah sederhana ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga berkontribusi pada penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.

Rifat mengatakan, kapasitas tangki BBM kendaraan pada dasarnya sudah dirancang sesuai kebutuhan mobilitas harian masyarakat.

Untuk sepeda motor umumnya memiliki tangki berkapasitas 3–7 liter, sedangkan mobil berkisar 35–60 liter tergantung jenisnya.

Dengan konsumsi rata-rata, motor hanya membutuhkan sekitar 0,5–1 liter per hari untuk jarak 20–30 km, sementara mobil pribadi sekitar 3–5 liter per hari untuk jarak 30–50 km.

Artinya, dalam penggunaan normal, satu kali pengisian penuh sebenarnya sudah cukup untuk beberapa hari, sehingga tidak perlu melakukan pengisian berlebihan atau terlalu sering.

“Ini semua bisa kita lakukan,” kata dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.