SURYA.co.id, Surabaya - Persebaya Surabaya tengah berada dalam sorotan setelah kekalahan 1-2 dari Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo. Hasil ini memperpanjang tren negatif Bajol Ijo dan menambah tekanan menjelang rangkaian laga berikutnya.
Kekalahan tersebut membuat Persebaya tertahan di posisi keenam klasemen Liga 1 dengan 42 poin. Dominasi penguasaan bola dan banyaknya peluang tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari hasil buruk.
Di sisi lain, Madura United mencatat sejarah baru dengan kemenangan tandang pertama di GBT sejak 2018. Sosok pelatih karteker Rakhmat Basuki menjadi sorotan karena mampu membawa tim keluar dari tekanan.
Kondisi Persebaya kini semakin menuntut evaluasi menyeluruh. Pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa tim harus segera bangkit dan fokus pada laga berikutnya.
Jadwal padat menanti Persebaya, dengan laga melawan Malut United, Arema FC, PSBS Biak, Persis Solo, Semen Padang, dan Persik Kediri. Rangkaian ini akan menjadi ujian mental sekaligus peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Persebaya akan menghadapi Malut United pada Kamis, 23 April, pukul 19:00 WIB. Laga ini menjadi ujian pertama setelah kekalahan dari Madura United.
Selanjutnya, Persebaya akan bertandang ke markas Arema FC pada Selasa, 28 April, pukul 15:30 WIB. Derby Jawa Timur ini dipastikan berlangsung sengit.
Pada Sabtu, 2 Mei, Persebaya akan menjamu PSBS Biak di GBT. Laga ini menjadi kesempatan untuk meraih poin penuh di kandang.
Persebaya kemudian akan bertandang ke markas Persis Solo pada Sabtu, 9 Mei, pukul 19:00 WIB. Persis juga berjuang di papan tengah, sehingga laga ini akan menjadi penentu.
Jumat, 15 Mei, Persebaya akan menghadapi Semen Padang di kandang lawan. Laga ini bisa menjadi peluang untuk bangkit.
Pertandingan terakhir dalam rangkaian jadwal padat adalah melawan Persik Kediri pada Sabtu, 23 Mei. Waktu pertandingan masih menunggu konfirmasi.
“Sekarang kami harus fokus ke pertandingan selanjutnya dan mencoba lebih baik,” kata Pelatih Tavares
“Kita harus bertahan dan menyerang sebagai satu kesatuan,” kata Pemain Risto Mitrevski
Dengan jadwal padat, rotasi pemain akan menjadi kunci. Tavares mengakui badai cedera masih menghantui tim.
Baca juga: Jadwal Persebaya Surabaya Berikutnya Usai Kalah dari Madura United, Lawan Malut United dan Arema
Persebaya tertahan di posisi keenam dengan 42 poin dari 28 pertandingan. Catatan mereka adalah 11 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 8 kekalahan.
Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan 64 poin. Borneo FC menyusul dengan 60 poin, sementara Persija Jakarta berada di posisi ketiga dengan 55 poin.
Bhayangkara FC menempel di posisi keempat dengan 47 poin. Malut United berada di posisi kelima dengan 46 poin.
Madura United berhasil keluar dari zona degradasi berkat kemenangan atas Persebaya. Mereka naik ke posisi 14 dengan 26 poin.
Statistik melawan Madura United menunjukkan dominasi Persebaya yang sia-sia. Mereka mencatat 71 persen penguasaan bola, 23 tendangan, dan 10 peluang emas.
Namun, hanya satu gol yang tercipta lewat Riyan Ardiyansyah menit 82. Madura United lebih efektif dengan 5 tendangan, 3 di antaranya mengarah ke gawang, menghasilkan dua gol.
Tavares menilai timnya kalah karena akurasi finishing. “Kami menciptakan banyak peluang, tapi ada masalah di akurasi,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti keputusan wasit yang dianggap merugikan tim. Pelanggaran pada Bruno Paraiba di kotak penalti tidak digubris.
Gol kedua Madura United juga diprotes karena melibatkan pemain yang masuk lapangan tanpa izin wasit.
Meski kecewa, Tavares memilih legowo. “Untuk apa dilaporkan, pertandingan sudah selesai,” tuturnya.
Baca juga: Update Klasemen Persebaya Surabaya Gagal Bangkit Usai Kalah dari Madura United
Kekalahan dari Madura United memperpanjang tren negatif Persebaya setelah sebelumnya kalah 0-3 dari Persija Jakarta.
Pemain Francisco Rivera menyampaikan kekecewaan. “Kami sangat kecewa karena kami kalah. Tapi menurut saya, kami kontrol pertandingan dan ikuti rencana pelatih,” katanya.
Rivera menambahkan, “Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol. Kami sangat kecewa, tetapi minggu depan kami akan bekerja keras.”
Dengan kondisi skuad yang pincang akibat badai cedera, Persebaya harus segera menemukan solusi.
Dukungan penuh Bonek di setiap laga akan menjadi energi tambahan untuk mengangkat performa tim.
Tavares berharap para pemain bisa lebih fokus dan tidak mengulangi kesalahan elementer.
Evaluasi menyeluruh menjadi tuntutan utama dari suporter. Komentar Bonek di media sosial menyoroti latihan yang dianggap tidak serius.
Namun, ada juga dukungan tulus. Seorang Bonek menulis bahwa meski kecewa, ia tetap akan datang ke stadion.
Kombinasi kritik dan dukungan menjadi cerminan identitas Bonek sebagai suporter yang vokal sekaligus penuh cinta pada tim.
Persebaya kini dituntut untuk segera bangkit agar tidak semakin terpuruk di papan tengah klasemen.