Kisah Humaira dan Umar, Bocah di Tapalang Mamuju Ditinggal Ayah Merantau, Hidup di Rumah Tak Layak
Nurhadi Hasbi April 20, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Raut wajah Humaira (11) dan adiknya, Muhammad Umar (8), tampak polos saat kamera ponsel mengabadikan momen mereka di Lingkungan Petakeang, Kelurahan Galung, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (19/4/2026).

Dua bocah, kaka beradik itu masih duduk di bangku sekolah dasar.

Mereka mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah narasi tentang mereka "ditinggal orangtua" viral.

Humaira (11) dan Muhammad Umar (8) viral sejak, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: KISAH 50 Kepala keluarga Tempuh 1,5 Km Demi Setetes Air Bertahan di Pepana Mamasa dalam Keterbatasan

Baca juga: Ular Masuk ke Rumah Warga di Pasangkayu, Damkar Gercep Evakuasi

Keduanya kini tinggil di rumah gubuk tak layak huni. 

Sang ayah terpaksa mengambil keputusan berat.

Ia meninggalkan dua anaknya itu merantau ke Kalimantan demi mencari pekerjaan layak.

Sementara itu, ibu mereka dikabarkan sudah berpisah dan tinggal di Lero.

Lurah Galung, Rahmawati, meluruskan anggapan kedua anak tersebut ditelantarkan begitu saja.

Menurutnya, sang ayah menitipkan mereka kepada kerabat dekat yang tinggal bersebelahan.

"Bapaknya berangkat ke Kalimantan hari Jumat sore untuk cari kerja. Dia titip anak-anaknya ke tantenya karena di situ satu deretan memang rumah saudara bapaknya semua," ujar Rahmawati, kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (20/4/2026).

Meski tidak sendirian, kondisi lingkungan tempat tinggal mereka jauh dari kata layak.

Keluarga ini tercatat masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Rumah Tak Layak Huni

Rumah yang dihuni Humaira dan Umar merupakan bangunan yang sudah diusulkan untuk mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sejak Juni 2025.

Namun, hingga kini, bantuan tersebut belum terealisasi.

"Memang rumahnya tidak layak," kata Rahmawati.

Ia manambahkan, pihaknya sudah laporkan ke Dinas Sosial sebagai data miskin ekstrem.

"Tapi mungkin anggarannya belum ada," kata Rahmawati.

Kondisi ekonomi yang sulit juga berdampak pada psikis anak-anak tersebut.

Humaira dan Umar dikenal sebagai anak yang sangat pemalu.

Bahkan, kehadiran mereka di sekolah sempat tersendat akibat situasi rumah tangga yang tidak stabil.

Kata Rahmawati, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan masa depan pendidikan kedua bocah tersebut terjamin.

Pemerintah berencana membujuk sang ayah agar mengizinkan Humaira dan Umar disekolahkan di "Sekolah Rakyat".

Lembaga pendidikan yang menjamin seluruh biaya hidup dan pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Saya masih menunggu jawaban orangtuanya. Kalau setuju, saya langsung hubungi Dinas Sosial untuk mengarahkan anak-anak ini masuk ke sekolah rakyat. Di sana, pakaian dan kebutuhan lainnya sudah ditanggung, tinggal bawa badan saja," tutur Rahmawati.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.