- Israel bersama Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mengantisipasi kemungkinan runtuhnya gencatan senjata dengan Iran.
Media lokal Israel, Maariv, mengutip pejabat militer senior menyebutkan bahwa fasilitas energi Iran masuk dalam daftar target potensial apabila konflik kembali pecah. Terdapat koordinasi yang erat antara Israel dan AS dalam menghadapi situasi yang berkembang saat ini.
Jika pertempuran berlanjut, sasaran operasi tidak hanya terbatas pada target militer, tetapi juga akan mencakup objek fasilitas energi Iran.
Sementara itu, proses negosiasi antara Washington dan Teheran di Islamabad dilaporkan masih menemui jalan buntu. Iran tetap berpegang pada posisinya terkait hak memperkaya uranium, yang membuat para mediator tidak optimistis terhadap hasil pembicaraan.
Sebelumnya, konflik sempat mereda setelah tercapainya gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April 2026 yang dimediasi oleh Pakistan. Namun, perbedaan pandangan yang tajam menjadi hambatan utama dalam mencapai kesepakatan lanjutan.